Bentrok Terbaru di Gaza dan Tepi Barat, 4 Warga Palestina Tewas

- Minggu, 17 Desember 2017 19:46 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2017/12/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Gaza City (SIB) -Sedikitnya empat warga Palestina tewas usai ditembak tentara Israel dalam rentetan bentrokan terbaru di Gaza dan Tepi Barat. Sekitar 150 orang lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan yang pecah dalam unjuk rasa memprotes keputusan Amerika Serikat (AS) soal Yerusalem.Seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (16/12), dua orang di antaranya tewas dalam bentrokan dengan tentara Israel di perbatasan Gaza-Israel. Para demonstran melempari tentara Israel dengan batu. Lemparan itu dibalas oleh tembakan peluru sungguhan oleh tentara Israel.Satu orang lainnya tewas dalam bentrokan di sebuah wilayah di sebelah utara Yerusalem. Warga Palestina ini tewas usai ditembak di bagian dada oleh tentara Israel. Satu lagi warga Palestina tewas usai menikam tentara perbatasan Israel di dekat pos pemeriksaan di Ramallah, Tepi Barat. Warga Palestina ini ditembak usai dicurigai memakai sabuk peledak di tubuhnya. Secara terpisah, seorang paramedis Palestina yang merawat warga Palestina itu menyebut sabuk peledak yang dipakai pria itu ternyata palsu.Rentetan bentrokan ini pecah usai Salat Jumat pada Jumat (15/12) waktu setempat, setelah Hamas yang menguasai Gaza kembali menyerukan aksi yang disebut 'hari kemarahan' untuk memprotes keputusan AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.Bentrokan ini juga terjadi beberapa hari sebelum Wakil Presiden AS Mike Pence datang mengunjungi Israel. Kunjungan Pence dimaksudkan untuk mendorong proses perdamaian Israel-Palestina, setelah AS melalui Presiden Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember lalu.  "Kami memahami warga Palestina mungkin membutuhkan masa pendinginan, itu tidak apa-apa. Kami akan siap saat Palestina siap untuk melibatkan diri kembali (dalam upaya perdamaian)," ucap seorang pejabat senior Gedung Putih. Dalam pernyataan terpisah, militer Israel mengakui pihaknya melepas tembakan ke arah demonstran di perbatasan Gaza. "Dalam bentrokan, tentara IDF (militer Israel) melepas tembakan secara selektif ke arah penghasut utama," demikian pernyataan militer Israel. Militer Israel mengklaim ada 3.500 warga Palestina yang berunjuk rasa di dekat pagar perbatasan Gaza. Sebanyak 2.500 warga Palestina lainnya disebut berunjuk rasa di wilayah Tepi Barat, dengan membakar ban dan melemparkan batu juga molotov ke arah tentara dan polisi Israel. (AFP/Rtr/Detikcom/h)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Hadiri Rakornas, Masinton Pasaribu : Perkuat Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah

Luar Negeri

Tekan Angka Kelahiran di Toba, BKKBN Sumut Perkuat Peran PKB dan Program Bangga Kencana

Luar Negeri

Johnny Pardede Aspidsus Kejati Sumut, Mochamad Jeffery Promosi ke Gedung Bundar

Luar Negeri

Tingginya Inflasi di Kota Gunungsitoli Dipengaruhi Gangguan Distribusi Pasokan Barang dan Jasa

Luar Negeri

Bank Sumut dan PSMS dalam Ekosistem Ekonomi Digital Daerah

Luar Negeri

Lapas Kelas I Medan Gelar Perayaan Thaipusam dan Penandatanganan MoU Penguatan Pembinaan Keagamaan