Menhan Mattis: Rudal Antarbenua Korut Belum Jadi Ancaman Serius AS

- Minggu, 17 Desember 2017 19:48 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2017/12/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Washington DC (SIB) -Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Mattis menyatakan analisis terhadap uji coba rudal terbaru Korea Utara (Korut) terus dilanjutkan. Namun Mattis tidak meyakini jika rudal balistik antarbenua (ICBM) buatan Korut mampu mengancam wilayah AS. "(Rudal Korut) Belum terlihat sebagai ancaman yang serius bagi kita sekarang ... kita masih melakukan analisis forensik," tutur Mattis terhadap wartawan setempat di Pentagon, seperti dilansir Reuters, Sabtu (16/12).Korut kembali menembakkan rudal balistik buatannya pada 29 November lalu. Dalam pernyataannya, Korut mengklaim pihaknya sukses menguji coba rudal antarbenua jenis baru, Hwasong-15. Korut juga mengklaim rudal jenis baru ini mampu menjangkau wilayah AS di mana pun lokasinya. Sejumlah pengamat yang berbasis di Korea Selatan (Korsel) maupun AS menyatakan data-data yang tercatat dari uji coba 29 November lalu, mendukung klaim Korut itu. Mattis tidak menjelaskan hal apa yang masih kurang sehingga dia menyebut rudal Korut tidak menjadi ancaman serius. Beberapa saat lalu, tepatnya sesaat usai uji coba rudal Korut digelar, Mattis mengakui bahwa rudal Korut berhasil meluncur lebih tinggi dari peluncuran sebelumnya. Mattis juga menyebut rudal Korut yang terus dikembangkan pada dasarnya bisa mengancam bagian manapun di dunia ini.Sejumlah pakar terbelah soal kemampuan rudal Korut untuk mencapai wilayah AS. Beberapa pakar yang berbasis di AS menyebut data dan foto-foto yang ada telah mengkonfirmasi bahwa rudal Korut memiliki cukup kemampuan untuk membawa hulu ledak nuklir ke lokasi mana saja di AS.Namun sejumlah pakar lainnya, juga para pejabat AS, masih mempertanyakan soal kemampuan 're-entry' rudal-rudal Korut. Re-entry merujuk pada kemampuan rudal atau roket jarak jauh yang telah meluncur ke luar angkasa, untuk kembali masuk ke atmosfer Bumi dengan tetap utuh. Kecepatan tinggi memicu gesekan dengan atmosfer Bumi yang akan memicu api. Dalam kondisi ini, hulu ledak nuklir yang dibawa rudal atau roket itu berpotensi meledak sebelum mencapai target sesungguhnya. Akurasi rudal Korut juga masih menjadi pertanyaan para pakar.Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pertahanan Korsel mengakui bahwa uji coba terbaru menempatkan AS dalam jangkauan rudal Korut. Namun, Korsel meyakini Korut masih perlu menguasai kemampuan 're-entry' dengan sempurna, juga aktivasi hulu ledak. Beberapa pakar yang berbasis di AS meyakini Korut hanya berjarak 'dua atau tiga uji coba' lagi untuk menyempurnakan operasional rudalnya. (Rtr/Detikcom/h)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

PT Sumo Tolak Tudingan Pihaknya Menyebabkan Kebocoran PAD Medan dari Sektor Reklame

Luar Negeri

Cadenazzi Borong Dua Gol, PSMS Hajar Sumsel United

Luar Negeri

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Luar Negeri

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Luar Negeri

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Luar Negeri

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung