Agoo (SIB)- Kecelakaan antara 2 bus di Filipina menewaskan sebanyak 20 orang. Puluhan orang itu merupakan jemaat yang hendak ke gereja untuk melakukan ibadah Natal. Dilansir dari Japan Today, Senin (25/12), Polisi menuturkan kecelakaan terjadi antara bus jemaat dengan bus yang lebih besar. Lokasi kejadian di Kota Agoo, sisi utara Filipina. Lokasi tepat Kota Agoo berada 200 km sisi utara Manila. Di Agoo memang ada gereja Katolik yang terkenal bernama Gereja Our Lady of Manaoag. Gereja tersebut merupakan situs ziarah populer di kalangan umat Katolik. Para jemaat disebutkan berasal dari kota Bauang, satu jam perjalanan dari Manaoag.Enam di antara korban tewas merupakan anak-anak. Polisi menyebut ada 9 orang lain dari bus kecil yang mengalami luka-luka. "Mereka (keluarga) yang akan melaksanakan misa di Manaoag," kata Polisi Kota Agoo seperti dikutip dari AFP. Kepala polisi Agoo Roy Villanueva kepada stasiun radio Manila DZMM melalui sambungan telepon mengatakan, bus kecil coba menyalip kendaraan di depannya dengan keluar dari jalur. Namun nahas, bus tersebut justru terlibat kecelakaan maut dengan bus lainnya. sementara itu ledakan petasan melukai 39 orang, termasuk anak-anak usia 11-15 tahun, dalam festival Malam Natal, di Kuba. Festival Parrandas yang telah digelar selama berabad-abad berlangsung setiap 24 Desember, di pusat koto Remedios. Acara itu menarik perhatian ribuan orang Kuba dan turis asing. "Peristiwa yang tidak menguntungkan melibatkan petasan terjadi tadi malam di Remedios," tulis kantor berita berbasis internet milik pemerintah, Cubadebate.Sekitar 20 orang tercatat mengalami luka parah, bahkan badan kesehatan setempat melaporkan beberapa di antaranya menderita luka sangat serius dan sangat kristis. Semua yang terkena dampak petasan berasal dari penduduk lokal. Tidak ada laporan yang menyebutkan wisatawan mancanegara menjadi salah satu korban.Dalam rekaman yang dirilis Global News, terlihat petasan yang dinyalakan mulai tak terkendali dengan dan meluncur ke arah kerumunan orang. Pemerintah setempat masih menyelidiki penyebab ledakan.Remedios terletak di provinsi Villa Clara, di sebelah pantai utara pulau tersebut. Dua kota di sana selalu menyelenggarakan acara spektakuler di malam Natal setiap tahunnya. Masyarakat biasanya menggelar karnaval dan menyalakan petasan serta kembang api.Laman Express menulis, karnaval Parrandas itu digelar sejak abad 18 di Remedios. Dalam festival itu, berbagai vendor menyediakan makanan dan mainan buatan tangan. Pada 2013, festival Parrandas dinobatkan sebagai warisan budaya di Kuba. (Detikcom/I)