Sejarah Manusia Rayakan Natal di Luar Angkasa

- Kamis, 28 Desember 2017 17:30 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2017/12/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Washington DC (SIB) -Meski tanpa ada gaya gravitasi, manusia tidak akan berhenti untuk merayakan musim liburan akhir tahun. Manusia pertama yang menghabiskan Natal di luar angkasa adalah astronot Apollo 8, yakni Frank Borman, Jim Lovell dan Bill Anders. Mereka juga menjadi manusia pertama yang mengitari bulan.Di malam Natal 1968 mereka mengirim foto-foto yang memperlihatkan Bumi yang terbit di Bulan dengan satu pesan yang direkam.Tapi menurutAliceGorman, antropolog antariksa dariFlindersUniversity, hasil dari upaya mereka tidaklah semegah yang mereka perkirakan sebelumnya. "Ada tiga pria yang terjebak dalam kapsul mungil yang mengelilingi bulan, bisa dikatakan ini terjadi di masa-masa awal teknologi luar angkasa," katanya kepada Helen Shield dari ABC Radio Hobart. "Tidak berjalan seperti yang direncanakan dan ada sedikit insiden dan masalah..." Setelah misi Apollo 8, Amerika Serikat mendirikan stasiun luar angkasa bernama Skylab yang mengorbit Bumi dari tahun 1973 sampai 1979."Empat awak Skylab, di awal tahun 70-an, merayakan Natal dari kaleng makanan mereka yang dibentuk menjadi pohon Natal yang cantik," kata Dr. Gorman. "Itu adalah daur ulang, persis seperti yang sekarang kita alami di Bumi."Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mulai mengorbit di tahun 1998 dan mulai membawa awak sejak tahun tahun 2000. Astronot dari berbagai negara telah menghabiskan Natal di luar angkasa, yang menandai tradisi kalender Gregorian pada tanggal 25 Desember serta tradisi kalender Julian dari gereja Ortodoks Rusia yang merayakan Natal di awal Januari."Mereka cukup beruntung, mereka bisa memiliki dua perayaan," kata Dr Gorman. "Sepertinya mereka menyukai Natal di atas sana." "Setiap tahun mereka memakai kostum, ada kaos kaki dan pohon Natal, serta hadiah kecil, mereka juga mencoba menikmati makanan spesial."Awak ruang angkasa tetap sibuk, dengan jadwal percobaan sains yang ketat, berolahraga untuk menjaga tubuh mereka tetap bekerja dalam gravitasi rendah, serta melakukan pemeliharaan ke stasiun. "Mereka ada dalam eksperimen besar itu sendiri, tidak ada pemisahan antara kehidupan kerja dan kehidupan diluar kerja," kata Dr Gorman. "Tapi mereka sempat libur pada Hari Natal."Setiap anggota awak diperbolehkan membawa sekotak kecil barang-barang pribadi bersama mereka saat tinggal di ISS. "Mereka sering membawa sedikit hadiah Natal, jika mereka tahu mereka akan berada di orbit selama masa Natal," kata Dr Gorman. "Makanan adalah masalah besar di luar angkasa karena lingkungannya sangat berbeda." Dalam beberapa tahun terakhir ini, telah menjadi tradisi di kalangan astronot untuk merekam pesan video, yang seringkali mencerminkan makna Natal saat mereka berada lebih dari 300 kilometer di atas keluarga dan teman-temannya. (ABCAustralia/c)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Ledakan Toko Kembang Api di Hubei Tewaskan 12 Orang saat Libur Imlek

Luar Negeri

Harga Daging Meugang Ramadan 1447 H di Guntingsaga Labura Tembus Rp160.000 per Kg

Luar Negeri

SBY Lelang Lukisan Kuda Api, Tembus Rp 6,5 Miliar untuk Bantuan Kemanusiaan

Luar Negeri

Polsek Pancurbatu Gerebek Sarang Narkoba dan Judi di Sibolangit, Tiga Pria Diamankan

Luar Negeri

Kejari Nisel Tetapkan 4 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS SMKN 1 Telukdalam

Luar Negeri

Relawan PRCLH Bersihkan Sungai di Sergai, Hampir Satu Ton Sampah Diangkut