Putin Perintahkan Pasukan Rusia Siaga Perang

* Rusia Keluarkan Surat Penangkapan Dua Pejabat Ukraina
- Senin, 23 Juni 2014 11:41 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/06/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
MOSKOW (SIB)- Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukannya di wilayah Ural untuk siaga perang. Perintah ini dikeluarkan satu hari setelah Ukraina sepakat gencatan senjata dengan pihak separatis pro-Rusia."Siaga tempur diterapkan di wilayah distrik militer wilayah tengah, yang membagi wilayah Volga dan Pegunungan Ural. Sikap ini akan terus berlanjut hingga Sabtu 28 Juni mendatang," ujar Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, seperti dikutip Associated Press, Sabtu (21/6).Menurut keterangan pihak NATO, Rusia kembali membangun kekuatan militernya di wilayah perbatasan dengan Ukraina. Di wilayah perbatasan tersebut, separatis pro-Rusia terus melakukan perlawanan terhadap pasukan Ukraina selama berminggu-minggu."Sesuai dengan perintahnya (Putin), dari pukul 11.00 waktu Moskow (14.00 WIB) pasukan distrik militer pusat telah berada dalam siaga tempur penuh," kata kantor berita Rusia yang mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu. Shoigu menambahkan bahwa pasukan diperintahkan siaga tempur penuh setelah Putin mengemukakan militer akan melakukan pelatihan-pelatihan mendadak yang akan berlangsung antara 21 sampai 28 Juni.Pelatihan baru militer Rusia itu dilakukan sehari setelah Presiden Ukraina Petro Poroshenko memerintahkan gencatan senjata sepihak selama sepekan di daerah timur Ukraina, yang kacau. Kremlin pada Jumat malam mengecam pengumuman gencatan senjata Kiev itu, dengan menyatakan Kiev tidak mengundang pemberontak Ukraina Timur untuk memulai berunding.Kantor Putin juga menuntut Kiev meminta maaf atas "penembakan" satu pos perbatasan, dengan mengatakan seorang pejabat bea cukai Rusia cedera sebagai akibat insiden itu. Kepala staf umum Rusia Valery Gerasimov mengatakan lebih dari 65.000 tentara, lebih dari 180 pesawat, sekitar 60 helikopter dan 5.500 unit peralatan militer akan dilibatkan dalam pelatihan-pelatihan baru itu. Di antara tujuan-tujuan penting dari pelatihan-pelatihan itu adalah pergerakan pasukan dalam jarak jauh, kata kantor-kantor berita Rusia. Keluarkan Surat Penangkapan Dua Pejabat UkrainaKomite Penyelidik Rusia, Sabtu (21/6), mengumumkan surat penangkapan internasional bagi dua pejabat Ukraina yang dituduh menggunakan senjata berat dalam operasi militer di Ukraina Timur. Akibat tindakan tersebut, menurut komite itu, banyak warga sipil tewas dan cedera dan sejumlah lagi mengungsi.Kedua pejabat Ukraina itu diidentifikasi sebagai Menteri Dalam Negeri Arsen Avakov dan Gubernur Wilayah Dnepropetrovsk Igor Kolomoisky. Selain dugaan penggunaan senjata terlarang, keduanya juga dituduh mempercepat kasus pembunuhan dan penculikan serta situasi keamanan yang memburuk bagi wartawan yang bekerja di Ukraina.Satu resolusi telah disahkan untuk memasukkan kedua pejabat tersebut di dalam daftar internasional orang yang dicari melalui Interpol. Resolusi itu berlaku di wilayah semua negara anggota Interpol, kata Vladimir Markin, Juru Bicara Komite Penyelidik Rusia.Putin Dukung Gencatan Senjata di UkrainaPresiden Rusia Vladimir Putin mendukung perintah Presiden Ukraina Petro Poroshenko untuk gencatan senjata di bagian tenggara negeri itu dan keinginannya mengupayakan penyelesaian damai bagi krisis yang terjadi. Putin mendesak semua pihak agar menghentikan semua tindakan bermusuhan dan memulai pembicaraan, kata Xinhua Minggu (22/6). Ia menegaskan rencana perdamaian Poroshenko "takkan dapat bertahan dan terwujud tanpa langkah praktis ke arah perundingan".Peluang yang diciptakan oleh gencatan senjata harus dimanfaatkan bagi perundingan konstruktif dan kompromi politik dari semua pihak di Ukraina Timur, kata kantor layanan pers, yang mengutip Putin, pada Sabtu (21/6). (AP/Xinhua/Ant/i)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung

Luar Negeri

Angin Puting Beliung Rusak Enam Rumah Warga di Tarutung

Luar Negeri

Bertemu Prabowo, Putin Ucap Belasungkawa Bencana Banjir Sumatera

Luar Negeri

Polda Sumut Rilis Data: 488 Bencana Terjadi, 147 Warga Meninggal dan 174 Masih Hilang

Luar Negeri

Polda Sumut Kerahkan 1.754 Personel untuk Penanganan Cepat dan Terukur di 20 Wilayah Bencana

Luar Negeri

Angin Puting Beliung Terjang Desa Sumbersekar Malang