Moskow (SIB)- Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak Presiden Ukraina Petro Poronshenko berdialog dengan kelompok separatis. Hal ini disebabkan ketegangan masih tetap berlangsung usai Pemerintah Ukraina sudah mengumumkan gencatan senjata.Sebelumnya, Putin dan Poroshenko menekankan perlunya membangun perdamaian di Ukraina timur. Pernyataan tersebut mereka sampaikan saat menghadiri upacara ulang tahun invasi Nazi Jerman dari Uni Soviet pada Minggu 22 Juni 2014. “Sayangnya, apa yang kita lihat saat ini pertempuran masih berlangsung dan kami melihat beberapa pasukan bersenjata Ukraina kembali bergerak,†tutur Putin, seperti dikutip Guardian, Senin (23/6).Pemerintah Ukraina mengklaim kelompok separatis pro-Rusia melakukan serangan ke sejumlah pangkalan militer yang berada di wilayah perbatasan dengan Rusia pada Jumat 20 Juni 2014. Serangan ini muncul setelah tujuh hari gencatan senjata diberlakukan oleh Pemerintah Ukraina. Serangan tersebut terus berlanjut hingga Minggu 22 Juni 2014.Memanasnya kondisi di wilayah Ukraina timur dimulai sejak masyarakat Kiev melakukan aksi protes pada April 2014. Aksi protes tersebut bertujuan untuk menggulingkan rezim dari Pemimpin Ukraina Viktor Yanukovich yang dikabarkan berpihak kepada Rusia.Pemberontakan tersebut semakin memanas setelah pihak Rusia juga melakukan aneksasi wilayah terhadap Crimea. Selama ketegangan tersebut berlangsung setidaknya sekira ratusan jiwa sudah melayang akibat sejumlah bentrokan mematikan yang terjadi di wilayah Ukraina timur. (Guardian/okz/q)