Diplomat AS Kembali Mundur di Era Presiden Donald Trump

- Sabtu, 03 Februari 2018 16:52 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/02/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Washington (SIB)- Pejabat tinggi dan diplomat senior dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memutuskan untuk mundur dari jabatannya, Kamis (1/2). Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Politik, Thomas Shannon, menjadi diplomat keempat yang mengundurkan diri sejak Presiden Donald Trump memimpin Negeri Paman Sam setahun lalu.Ia mengatakan kepada The Associated Press bahwa keputusannya untuk angkat kaki dari departemen tersebut karena alasan pribadi, meski dirinya telah mengabdi hampir 35 tahun di bawah enam kepemimpinan presiden dari dua partai politik sejak tahun 1984. "Ini adalah momen tepat untuk mundur dan menentukan apa yang akan saya jalani dalam hidup saya," katanya.Heather Nauert, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, mengatakan melalui akun Twitter-nya, Shannon masih tetap menjalankan tugasnya hingga penggantinya dilantik. "Wakil Menteri Luar Negeri Shannon telah melayani negara dengan baik demi kepentingan rakyat Amerika @StateDept. Dia seorang patriot, diplomat dan warga Amerika yang hebat. Bisa bekerja bersamanya adalah sebuah kehormatan bagi saya. Hingga penggantinya dilantik, ia akan tetap berada di posisinya untuk memastikan transisi berjalan mulus," tulis Nauert.Pengunduran diri Shannon diumumkan setelah Menlu Rex Tillerson dikritik karena mengusir para diplomat karier. Meski demikian, Shannon menampik isu yang mengaitkan dirinya dengan sikap Tillerson. Ia menegaskan, keputusannya itu didorong oleh usianya yang telah menginjak 60 tahun dan juga kematian ibunya pada akhir tahun lalu. Shannon menambahkan, dirinya akan tetap menjalankan tugas sampai proses pergantian wamenlu selesai."Saya sudah melayani selama 35 tahun," kata Shannon. "Saya telah berjuang sebisa mungkin, saya menepati dan menjalani sumpah saya untuk menghormati Konstitusi, institusi politik, menghargai nilai-nilai kenegaraan dan menghargai keputusan yang dibuat oleh warga Amerika Serikat," lanjutnya.Mendengar keputusan Shannon, Menlu Tillerson menyayangkannya. Dalam pernyataan kepada The Associated Press, Tillerson mengaku telah minta Shannon untuk membatalkan tekadnya itu. Ia juga menyatakan bahwa kepergian Shannon merupakan kerugian untuk Departemen Luar Negeri AS. Apabila Shannon berminat untuk bekerja kembali di departemen tersebut, Tillerson rela untuk membuka "pintu" lebar-lebar.Sebelumnya Duta Besar Amerika Serikat untuk Panama, John Feeley, juga menyatakan mundur dari jabatannya. Berdasarkan kutipan surat pengunduran dirinya, keputusan Feeley untuk melepas kursi jabatan sebagai dubes AS secara jelas didorong oleh adanya perbedaan dengan pemerintahan Donald Trump."Sebagai petugas layanan asing junior, saya menandatangani sumpah untuk melayani dengan setia Presiden dan pemerintahannya tanpa berpolitik, bahkan ketika saya mungkin tidak setuju dengan kebijakan tertentu," tulis Freeley dalam surat pengunduran dirinya. "Para instruktur saya menjelaskan bahwa jika saya yakin, saya tidak dapat melakukannya, merupakan kehormatan bagi saya untuk mengundurkan diri. Saat itu telah tiba," imbuh dia. (liputan6/q)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

PSMS Menangi Derby Sumatera Lawan Persiraja di Banda Aceh

Luar Negeri

PDIP Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Medan Labuhan

Luar Negeri

BPS: Nilai Impor Sumut Turun 5,23 Persen

Luar Negeri

Medsos Rawan Informasi Tak Berimbang, Dinkes Medan Ajak Warga Percaya Media Massa

Luar Negeri

Maha Sendi S Milala Ketua KORMI Kabupaten Karo 2026 - 2030

Luar Negeri

Polisi GSN di Pinggiran Rel Kereta Api, Enam Orang Diamankan