Anchorage (SIB)- Pasca peringatan tsunami lokal, sejumlah warga setempat di wilayah kepulauan terpencil Alaska, Amerika Serikat terpaksa dievakuasi. Namun tidak ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan 7,9 SR yang melanda wilayah tersebut.Namun pejabat setempat, seperti dilansir AFP, Selasa (24/6) melaporkan, peringatan tsunami lokal tersebut telah dicabut oleh otoritas setempat, beberapa jam setelahnya. Sejumlah gempa susulan terjadi pasca gempa berkekuatan 7,9 SR melanda. Salah satu gempa susulan bahkan dilaporkan berkekuatan 6 SR. Namun tidak ada kerusakan yang dilaporkan terjadi akibat gempa tersebut."Tidak ada kepanikan," terang manajer kota Adak, setelah dirinya menginstruksikan peringatan evakuasi bagi sekitar 150 atau lebih warga desa dan juga kontraktor Angkatan Laut AS yang ada di wilayah rawan terkena terjangan tsunami lokal. "Kami terbiasa dengan berbagai jenis gempa bumi, beberapa bahkan lebih kuat.. yang kali ini memang sedikit lebih kuat lagi,"imbuhnya.Lockett menambahkan, warga setempat sudah terbiasa dengan gempa bumi. "Jika gempa bumi berlangsung lebih dari 20 detik atau lebih parah, mereka akan pergi ke bukit," ucapnya.Proses evakuasi, menurut Lockett, berjalan lancar tanpa ada insiden apapun. Kerusakan yang serius, lanjut Lockett, tidak terjadi akibat gempa tersebut."Kami mengharapkan gedung-gedung akan tetap bertahan baik. Kami lebih khawatir soal infrastruktur utama seperti jalanan jika retak, saluran air dan selokan, serta listrik," sebut Lockett. "Jadi kami akan memeriksanya lebih lanjut... tapi saya pikir, kami akan baik-baik saya," tandasnya.Gempa 7,9 SR yang terjadi di Alaska pada Senin (23/6) malam waktu setempat ini merupakan gempa terkuat sejak tahun 1965 silam. Saat itu, gempa berkekuatan 8,7 SR mengguncang wilayah Rat Island. (AFP/dtc/i)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.