Kurangi Polusi Udara, Jerman akan Gratiskan Transportasi Publik

- Kamis, 15 Februari 2018 18:00 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/02/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Berlin (SIB) -Terancam hukuman Uni Eropa karena kualitas udara yang buruk, Jerman ingin menguji coba transportasi publik secara gratis di lima kota. Pemerintah Jerman sedang mempertimbangkan rencana yang akan menggratiskan penggunaan transportasi publik di kota-kota yang paling tercemar. Demikian menurut salinan dokumen surat yang diperoleh salah satu media Jerman pada hari Selasa (13/2).Surat tersebut dikirim ke Komisioner Uni Eropa urusan Lingkungan Hidup Karmenu Vella di Brussel, Belgia, dan ditandatangani oleh Menteri Lingkungan Jerman Barbara Hendricks, Menteri Pertanian Christian Schmidt dan kepala kantor kanselir Peter Altmaier.Pemerintah Jerman mengusulkan skema transportasi umum gratis untuk mendorong warga agar tidak menggunakan kendaraan pribadi, sehingga mengurangi emisi nitrogen dioksida dan particulate matter (PM).Mereka memilih lima kota untuk dijadikan model: Bonn, Essen, Reutlingen, Mannheim dan kota Herrenberg yang berada di selatan Stuttgart - salah satu kota paling berpolusi di Jerman. Surat tersebut juga dilaporkan mengusulkan untuk memberlakukan "zona emisi rendah" untuk kendaraan pengangkut besar dan menambah jumlah taksi listrik. Untuk mewujudkan rencana tersebut, ada beberapa pertanyaan besar yang perlu dijawab terlebih dahulu. Salah satu masalah terbesar adalah kota-kota perlu menambah armada transportasi umum dengan lebih banyak bus dan trem yang ramah lingkungan - untuk mengantisipasi kenaikan jumlah penumpang. "Tidak masuk akal untuk menggunakan lebih banyak bus diesel tentu saja," kata juru bicara kota Bonn kepada DW. "Kami tidak yakin ada produsen yang bisa mensuplai begitu banyak bus listrik dalam waktu singkat. "Asosiasi Perusahaan Transportasi Jerman (VDV) mengatakan bahwa mereka "kritis" terhadap rencana pemerintah Jerman, terutama jika menyangkut berapa biayanya. Menurut VDV, hampir setengah dari uang yang masuk ke perusahaan angkutan umum kota Jerman berasal dari penjualan tiket, yakni sekitar 12 miliar Euro per tahun. "Pada akhirnya, pembayar pajak harus membiayainya," kata juru bicara VDV.Brussel telah memberi Jerman dan delapan negara anggota Uni Eropa lainnya kesempatan terakhir untuk menyampaikan proposal tentang upaya mengurangi emisi kendaraan dan sesuai dengan standar kualitas udara Uni Eropa. Jika Komisioner Uni Eropa Vella tidak puas dengan usulan Berlin, dia berhak mengajukan kasus tersebut ke pengadilan pidana Eropa. (DW/dtc/d)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Luar Negeri

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Luar Negeri

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Luar Negeri

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Luar Negeri

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Luar Negeri

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor