Orang Australia Hidup Lebih Lama

- Kamis, 26 Juni 2014 19:30 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/06/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Sydney (SIB)- Rata-rata orang Australia hidup 25 tahun lebih lama dibandingkan seabad lalu, dengan angka harapan hidup pria 79,9 tahun dan perempuan hingga 84 tahun, demikian laporan Australian Institute of Health and Welfare (AIHW) pada Rabu (25/6/2014).Namun laporan institut kesehatan dan kesejahteraan Australia juga menyebutkan bahwa penyakit kronis yang berhubungan dengan merokok, aktivitas fisik, kurang nutrisi dan konsumsi alkohol merupakan penyebab utama penyakit dan kematian, mencapai 90 persen dari semua kematian.Direktur AIHW David Kalisch mengatakan gaya hidup yang merusak bisa menyebabkan obesitas, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, yang kemudian menyebabkan penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker dan masalah kesehatan jiwa.Menurut laporan itu tiga dari lima orang dewasa kelebihan berat badan atau gemuk, hampir tiga dari lima tidak cukup berolahraga, dan hanya sekitar delapan persen orang dewasa yang makan cukup sayuran. Di antara orang dewasa muda, hampir satu dari dua berisiko mendapat bahaya akibat minum alkohol setiap bulan. Kondisi kesehatan jangka panjang yang paling umum melanda warga Australia di atas 65 tahun adalah artritis, tekanan darah tinggi dan kehilangan pendengaran.Laporan itu juga menunjukkan bahwa kebanyakan warga Australia menilai diri mereka berisiko tinggi dalam kesehatan. Sekitar 85 persen orang berusia 15 tahun lebih menganggap diri mereka sangat sehat, sementara sekitar 76 persen orang berusia di atas 65 tahun bahagia dengan kondisi fisik mereka.Angka merokok terus turun dari 16 persen orang mengaku setiap hari merokok pada 2010, turun dibanding 43 persen pada 1964. Pelajar berusia 12-15 yang belum pernah merokok naik dari 53 persen pada 2001 menjadi 77 persen pada 2011. Selain itu, juga ada penurunan angka serangan jantung sebanyak 20 persen antara 2007 dan 2011, dan kejadian stroke yang turun 25 persen antara 1997 dan 2009.Kalisch mengatakan perubahan dalam perilaku kesehatan bisa mengurangi dampak dari penyakit kronis. "Badan Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa, di seluruh dunia, hingga 80 persen penyakit jantung, stroke dan diabetes tipe 2, serta hingga sepertiga kanker bisa dicegah dengan menghilangkan kebiasaan merokok, diet tidak sehat, aktivitas fisik dan konsumsi alkohol," katanya seperti dilansir kantor berita Xinhua. (Ant/h)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

PGI Tolak PSN Merauke, Dinilai Abaikan Hak Masyarakat Adat dan Lingkungan

Luar Negeri

Didemo Mahasiswa, DLH Deliserdang Terbitkan SPT ke Tiga Perusahaan Diduga Cemari Lingkungan

Luar Negeri

Atasi Tantangan Lingkungan Hidup, Pemko Berkolaborasi dengan Kampus

Luar Negeri

Yahdi Khoir Harahap: Tak Patuh Aturan Kelola Limbah, PT SAS di Batubara Direkomendasikan Ditutup

Luar Negeri

Polda Sumut Gelar Apel Operasi Keselamatan Toba 2026

Luar Negeri

Pemkab Simalungun Alokasikan Anggaran "Outsourcing" Rp 3,5 M