Jelang Kunjungan Presiden Tiongkok ke Korsel

Korut Tembakkan 2 Rudal ke Laut

- Senin, 30 Juni 2014 15:52 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/06/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Seoul (SIB)- Pihak militer Korea Selatan menyebut Korea Utara telah menembakkan dua rudal balistik ke laut di lepas pantai timur. Kejadian ini hanya berselang 3 hari setelah Pyongyang menggelar peluncuran serupa. "Korut menembakkan dua rudal ke Laut Timur (Laut Jepang) sekitar pukul 05:00 waktu setempat dari pantai timur negara itu," kata seorang juru bicara kementerian pertahanan seperti dilansir AFP, Minggu (29/6). Ia menolak untuk menjelaskan pada jenis rudal tersebut. Tapi kantor berita Yonhap yang mengutip seorang pejabat militer, mengatakan mereka menembakkan rudal rudal Scud dengan jarak sekitar 500 kilometer.Peluncuran terakhir itu terjadi setelah Pyongyang menembakkan sesuatu yang diyakini sebagai tiga rudal jarak pendek ke laut pada Kamis (26/6) sebagai ajang pertunjukan kekuatan menjelang kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Seoul. Kunjungan kenegaraan yang akan berlangsung pada 3-4 Juli 2014 itu adalah pertama kalinya Presiden Tiongkok mengunjungi Korea Selatan selama hampir dua dekade sebelum pernah ke Korea Utara. Tiongkok sejauh ini menjadi satu-satunya negara yang menjadi mitra utama Korea Utara dalam perdagangan dan politik, di tengah isolasi yang dilakukan oleh negara lain.Korut sering meluncurkan rudal jarak pendek atau roket untuk mengekspresikan kemarahan terhadap provokasi yang dirasakan, termasuk latihan militer yang digelar di selatan perbatasan. Pada bulan Maret, Korut melakukan beberapa peluncuran rudal Scud dan roket bertepatan dengan latihan militer bersama tahunan antara Seoul dan Washington.Sementara Pemerintah Jepang mengecam tindakan Korut. Namun Tokyo mengatakan akan tetap melakukan perundingan antarpemerintah yang langka, seperti  yang sudah direncanakan pekan ini. "Jepang mengajukan protes keras kepada Korea Utara melalui Kedutaan (di Beijing)," kata Menteri Luar Negeri Fumio Kishida kepada wartawan.Ia menambahkan, bagaimanapun keadaan ini tidak akan mengubah perundingan resmi para pejabat kedua negara yang dijadwalkan berlangsung di Beijing, Selasa (1/7). Pertemuan itu bertujuan untuk melihat perkembagan janji Pyongnyang untuk menyelidiki nasib warga Jepang yang menjadi korban penculikan oleh agen-agen Korea Utara pada masa Perang Dingin."Pada konsultasi di tingkat pemerintah, kami ingin mengangkat masalah (rudal) ini dengan tegas," kata Kishida. "Meskipun pertemuan itu akan membahas masalah penculikan, kami memandang kegiatan itu merupakan peluang yang baik untuk juga membahas masalah nuklir dan rudal."Pertemuan dilakukan hampir satu bulan setelah Tokyo mengumumkan akan menghapuskan sanksi bagi Korut apabila negara itu menyelidiki ulang kasus penculikan -- masalah yang sudah bertahun-tahun ingin diselesaikan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe. Jepang mengatakan bahwa penyelidikan itu harus mendasar dan dapat dipercaya, sebelum mencabut sanksi sepihak.Korea Utara pada 2002 mengakui telah menculik 13 warga Jepang antara tahun 1970-an hingga 1980an untuk melatih mata-mata Korut dengan bahasa dan budaya Jepang. Lima dari korban penculikan itu sudah dipulangkan tetapi Pyongyang mengatakan --tanba disertai bukti -- bahwa delapan orang yang lain sudah meninggal sehingga memicu kegemparan di Jepang. Sikap enggan Korut untuk menyelesaikan masalah penculikan ini demikian pula mengenai program nuklir dan rudal telah membuat pembicaraan mengenai normalisasi hubungan kedua negara keluar jalur. (Detikcom)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

3 Pejabat Korut Ditahan Buntut Gagalnya Peluncuran Kapal Perang

Luar Negeri

30 Pejabat Korut Dieksekusi Gegara Gagal Mitigasi Banjir

Luar Negeri

Balon Sampah Korut Mendarat Dekat Kantor Presiden Korsel

Luar Negeri

Gara-gara Dengarkan K-Pop, Korut Eksekusi Seorang Pria

Luar Negeri

Korut, China dan Rusia Percepat Pengembangan Senjata Nuklir

Luar Negeri

Militer Korsel Ungkap Korut Tembakkan Sejumlah Rudal Jelajah