Buenos Aires (SIB)- Wakil Presiden Argentina, Amado Boudou tengah diadili atas kasus korupsi. Kasus ini melibatkan sebuah perusahaan percetakan uang negara dan terjadi ketika Boudou menjabat sebagai Menteri Perekonomian tahun 2010 lalu.Proses persidangan kasus ini masih terus berlangsung, namun Boudou tidak ditahan dan masih bebas berkeliaran. Boudou disidangkan bersama dengan 5 terdakwa lainnya. Demikian seperti disampaikan pengadilan federal Argentina dalam pernyataannya dan dilansir AFP, Sabtu (28/6).Oleh pengadilan, Boudou didakwa secara diam-diam membeli Ciccone Calcografica, sebuah perusahaan yang dikontrak untuk mencetak mata uang negara. Hal ini dilakukan ketika dia menduduki posisi sebagai pembuat kebijakan ekonomi.Boudou sebelum menjalani pemeriksaan oleh aparat berwenang selamat lebih dari 7 jam pada awal Juni ini. Kemudian hakim menetapkan dakwaan kepadanya, pada Jumat 27 Juni 2014 kemarin. Jika terbukti bersalah, Boudou akan dijebloskan dan mendekam di penjara selama 6 tahun dan dilarang menjadi pejabat publik kembali. Menanggapi dakwaan tersebut, pengacara Boudou, Diego Pirota meminta hakim untuk menggelar pemeriksaan ulang. Pihaknya menyatakan siap memberikan penjelasan detail atas tuduhan korupsi tersebut. "Boudou siap menjelaskan pihak terkait untuk membantu proses investigasi," demikian yang tertulis dalam dokumen permohonan pengacara kepada hakim, seperti dilansir Buenos Aires Herald. Tentu ini merupakan konflik kepentingan dan dalam hal lain, bisa disebut sebagai penyalahgunaan wewenang. Atas seluruh dakwaan tersebut, Bodou menyangkal dengan keras. Kasus yang menjerat Boudou ini mencuat di saat-saat sensitif di Argentina, yakni ketika pemerintah berjuang keras di pengadilan AS melawan para kreditur yang menginginkan pembayaran penuh atas obligasi yang tersisa pada masa krisis Argentina tahun 2002 lalu. (Detikcom/f)