New Delhi (SIB)- Polisi di selatan India menahan dua direktur perusahaan konstruksi, Minggu (29/6), di saat tim penyelamat menggunakan pemotong, sekop dan alat-alat berat menyelamatkan sejumlah orang yang diyakini masih tertimbun reruntuhan gedung yang roboh selama musim hujan yang menewaskan 22 orang. Struktur apartemen berlantai 11 yang tengah dikerjakan roboh pada Sabtu malam saat hujan deras menerpa kota Chennai, ibukota negara bagian Tamil Nadu. Polisi mengatakan sejauh ini 31 pekerja bangunan berhasil diselamatkan dan pencarian terhadap pekerja lainnya masih dilanjutkan. "Ada sekitar 132 buruh di dalam gedung. Dan 100 orang yang diduga terjebak," ujar tim penyelamat Rekha Rani. Ratusan personil kepolisian dan petugas pemadam kebakaran juga turun tangan untuk membantu proses evakuasi. Batu-batu reruntuhan tengah diupayakan segera dikeluarkan dari lokasi ambruk demi mempermudah pencarian. “Memindahkan reruntuhan gedung adalah halangan terberat yang dialami tim yang kemungkinan membutuhkan waktu dua hingga tiga hari,†jelas SP Selvam yang memimpin operasi penyelamatan. Penyebab ambruknya gedung belum diketahui. Hingga kini aparat berwenang masih menyelidikinya.Insiden kecelakaan ini sangat ironis karena terjadi selang beberapa jam sebuah gedung berlantai empat rubuh dan menewaskan sekira 10 orang. Insiden rubuhnya dua gedung tersebut diduga karena masalah konstruksi. Menurut salah satu polisi setempat, Madhur Verma bahwa sebagian besar rumah atau gedung yang ada di wilayah ibu kota dibangun tanpa izin. Pembangunannya pun menggunakan bahan seadanya dan tidak memikirkan keselamatan.Insiden ambruknya gedung di India ini bukanlah yang kali pertama. Sebelumnya, pada Januari 2014, sekitar 14 orang tewas akibat reruntuhan bangunan di Negara Bagian Goa, India Barat. Pada September 2013, 42 orang meregang nyawa akibat insiden serupa di Mumbai.Kasus gedung runtuh ini menjadi perhatian serius sejumlah pihak mengingat banyak warga tak mampu di India yang nekat mengambil risiko mengambi tempat tinggal dan sewa rumah susun murah namun dengan konstruksi bangunan yang rentan ambruk. (AP/R15/f)