New Delhi (SIB)- India memanggil duta besar Amerika Serikat , Rabu (2/7), memprotes ketiga kalinya tentang kegiatan mata-mata setelah tuduhan baru bahwa Badan Keamanan Nasional Washington menargetkan partai yang berkuasa. "Apa yang telah kami katakan bahwa kami mengharapkan satu jawaban dan satu jaminan bahwa ini tidak akan terjadi lagi," kata satu sumber kementerian luar negeri kepada AFP yang tidak bersedia namanya disebutkan.Satu dokumen baru yang dipasok oleh mantan pekerja intelijen AS Edward Snowden dan diumumkan oleh surat kabar The Washington Post Senin menunjukkan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi termasuk di antara target yang diizinkan bagi Badan Keamanan Nasional (NSA) tahun 2010 kendatipun partai itu pada saat tersebut adalah partai oposisi utama.India mengeluhkan kepada AS pada dua kesempatan sebelumnya Juli dan November 2013 menyangkut masalah-masalah lainnya termasuk penutupan missi PBBnya di New York dan kedubesnya d Washington di mata-matai.Washington mengatakan pihaknya akan memeriksa apa yang dapat diberikan tentang program spionasenya tetapi tidak dapat merinci lebih jauh, kata sumber itu. "Kami telah mengatakan bahwa kami menginginksn satu jawaban, yang kami tidak terima." katanya.Insiden baru itu muncul menjelang satu kunjungan Menlu AS John Kerry ke New Delhi, di mana ia akan bertemu dengan Modi dan para pejabat penting pemerintah lainnya dalam beberapa bulan ke depan. Modi, yang partainya meraih kemenangan dalam pemilu Mei dengan mayoritas pertama dalam 30 tahun , akan mengunjungi Amerika Serikat September untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB dan pertemuan pertmanya dengan Presiden Barack Obama.BJP termasuk dalam daftar di antara enam partai politik asing -- bersama dengan Ikhwanul Muslimin Mesir dan Partai Rakyat Pakistan-- di mana NSA diberi izin untuk melakukan pengwasann tahun 2010, mengatakan dokumen-dokumen itu dipublikasikan oleh The Washington Post."Kami telah mencatat tentang laporan-laporan kegiatan mata-mata ilegal oleh satu badan negara asing terhadap BJP dan tentulah hal itu tidak baik," kata wakil ketua BJP dan juu bicara senior Mukhtar Abbas Naqvi kepada AFP. "Pemerintah kami telah mengkaji hal itu dan akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur."Hubungan India-AS masih diselimuti satu sengketa yang merusak Desember tentang penahanan seorang diplomat India di New York karena dituduh penipuan visa menyangakut penggunaan seorang pembantu rumah tangga.Penahanan itu memicu reaksi keras dari India dan menimbulkan keraguan mmenyangkut satu aliansi yang bermasalah yang Presiden Barack Obama harapkan tahun 2009 dapat menjadi "satu kemitraan resmi pada abad ke-21".AS juga ingin membangun hubungan pribadi dengan Modi, dan menjadi negara terakhir yang mencabut pemboikotan yang berlangsung laman terhadap nasionalis Hindu menyangkut kerusuhan agama yang twrjadi ketika ia menjadi menteri besar Gujarat tahun 2002.Dubes AS untuk India Nancy Powell mengunduran diri April, enam pekan setelah ia bertemu Modi untuk pertama kali di tengah kecaman bahwa Washington terlalu lambat mendekati pemimpin itu yang telah diduga kuat akan menang pemilu tahun ini. (Ant/AFP/i)