Washington (SIB)- Otoritas Amerika Serikat berniat memperketat keamanan sejumlah bandara di Eropa dan Timur Tengah yang memiliki penerbangan langsung ke wilayah AS. Hal ini dilakukan di tengah munculnya ancaman teror baru yang mengincar AS.Muncul laporan bahwa kelompok-kelompok teroris tengah mengembangkan bahan peledak baru demi menghindari atau mengelabui petugas keamanan bandara. Menteri Kemanan Dalam Negeri AS, Jeh Johnson mengumumkan langkah ini tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Hanya disebutkan oleh Johnson bahwa pengetatan keamanan ini akan mulai diterapkan beberapa hari ke depan. Tidak disebutkan juga bandara mana saja yang akan mengalami pengetatan keamanan. "Kami berbagi informasi terbaru dan relevan dengan sekutu asing kami dan berkonsultasi dengan industri penerbangan," terang Johnson dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Kamis (3/7).Setelah memeriksa ancaman keamanan yang ada, Johnson menuturkan dirinya telah menginstruksikan Badan Keamanan Transportasi untuk meningkatkan keamanan. "Menerapkan peningkatan keamanan dalam beberapa hari ke depan pada sejumlah bandara tertentu di luar negeri, yang memiliki penerbangan langsung ke AS," ucapnya. "Kita akan menyesuaikan peningkatan keamanan, untuk meningkatkan keamanan penerbangan tanpa perlu mengganggu publik yang bepergian," imbuh Johnson.Seorang pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) yang enggan disebut namanya, menyebutkan bahwa bandara yang akan mengalami pengetatan keamanan berada di kawasan Timur Tengah dan Eropa. "Akan ada pengetatan keamanan di sejumlah bandara yang terbang langsung ke AS. Kami menargetkan bandara khusus di luar negeri... berdasarkan pada data intelijen," terangnya.Langkah pengetatan keamanan diupayakan agar tidak mengganggu maupun merepotkan orang-orang yang akan bepergian. Namun hal ini tidak disebutkan lebih detail agar tidak diketahui oleh pelaku terorisme. "Informasi mengenai pengetatan keamanan secara spesifik memang sangat sensitif, karena kami tidak ingin mengungkapkan informasi mengenai lapisan keamanan kepada mereka yang memang berniat melakukan kejahatan," ucap seorang pejabat DHS lainnya, yang juga enggan disebut namanya.Namun dia menambahkan, petugas keamanan bandara mungkin membutuhkan pemeriksaan tambahan terhadap orang-orang dan barang-barang milik mereka, sehingga orang-orang diminta untuk tiba lebih awal agar bisa menjalani pemeriksaan tanpa ketinggalan pesawat mereka. Media setempat melaporkan, pemeriksaan tambahan akan dterapkan pada sepatu dan peralatan elektronik penumpang. (detikcom/c)