Israel dan Hamas Saling Ancam

- Sabtu, 05 Juli 2014 21:05 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/07/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Gaza (SIB)- Ketegangan antara pemerintah Israel dan Hamas kian meningkat. Pemerintah Israel mengingatkan Hamas untuk tidak melakukan eskalasi kekerasan. Peringatan ini dilontarkan Israel di tengah meningkatnya serangan roket dari Gaza ke wilayah Israel selatan menyusul tewasnya tiga remaja Israel dan seorang remaja Palestina. "Kami mencari ketenangan, bukan eskalasi, namun jika Hamas memilih untuk bertindak melawan, kami pasti siap," cetus kepala militer Israel, Letjen Benny Gantz seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (4/7).Namun sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam balik mengancam Israel. Pemerintah Israel diingatkan untuk menghentikan serangan-serangan udara atas Gaza dan penangkapan besar-besaran di Tepi Barat, khususnya penangkapan anggota Hamas."Apa yang dilakukan musuh di Tepi Barat dan Gaza... semakin membakar api konfrontasi," kata juru bicara Brigade Ezzedine al-Qassam, Abu Obeida seraya mengancam akan terus melancarkan serangan roket ke wilayah Israel selatan.Sementara itu ribuan aparat kepolisian Israel turun ke jalan-jalan di wilayah Yerusalem timur menjelang pemakaman remaja Palestina yang tewas dibunuh. Remaja putra bernama Mohammed Abu Khder tersebut diculik dan ditemukan tewas pada Rabu, 2 Juli waktu setempat. ABG berumur 16 tahun itu akan dikuburkan di kawasan Shuafat, Yerusalem timur. Bentrokan antara aparat polisi Israel dan warga Palestina terjadi di wilayah Yerusalem timur pasca terbunuhnya Abu Khder. Massa membakar ban-ban mobil dan melemparkan batu-batu ke arah polisi Israel.Kepolisian Israel dalam statemen menyatakan, ribuan polisi dikerahkan sejak pagi waktu setempat untuk menjaga keamanan di Yerusalem timur. Sementara juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld mengatakan, kepolisian memutuskan untuk membatasi akses bagi kaum pria yang akan melakukan salat Jumat di masjid Al-Aqsa. Hal ini dilakukan mengingat situasi tegang yang terjadi menyusul kematian remaja Palestina tersebut dan tiga remaja Israel beberapa hari lalu.Hingga saat ini, kepolisian Israel mengaku belum bisa memastikan motif pembunuhan Abu Khder. Namun sejumlah saksi mata mengatakan, sebelum ditemukan tewas, remaja Palestina itu diculik oleh tiga warga Israel yang memaksanya naik ke kendaraan mereka.Beredar rumor bahwa pembunuhan Abu Khder merupakan aksi pembalasan atas kematian tiga remaja Israel di wilayah Tepi Barat. Pemerintah Israel menuding kelompok Hamas bertanggung jawab atas penculikan dan pembunuhan ketiga remaja Israel itu. (Detikcom/f)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Gaza Kembali Dibombardir, 12 Tewas Jelang Pembukaan Perbatasan Rafah

Luar Negeri

Ancaman Perang Membesar, Sekutu AS Disebut Siap Dukung Serangan ke Iran

Luar Negeri

Komandan Hizbullah Tewas Dibunuh Israel, Garda Revolusi Iran Ancam Pembalasan

Luar Negeri

HKBP Keluarkan Pernyataan Sikap soal Konflik Israel-Palestina, Tolak Segala Bentuk Kekerasan

Luar Negeri

Israel Tuduh Hamas Rekayasa Jenazah Sandera, Gencatan Senjata di Gaza Terancam Gagal

Luar Negeri

Capai Kesepakatan Senjata dengan Israel, Hamas Berperang Lawan Milisi Gaza