Lebih dari 6 Juta Anak Suriah Butuh Bantuan

* Dapur Amal Bermunculan Selama Ramadhan
- Minggu, 06 Juli 2014 23:44 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/07/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Damaskus (SIB)- Lebih dari enam juta anak terkena dampak konflik Suriah yang tak kunjung berakhir. Mereka saat ini sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. Badan urusan anak PBB, UNICEF menyatakan, jumlah anak-anak yang membutuhkan bantuan tersebut meningkat hingga sepertiga dalam satu tahun ini.Menurut UNICEF seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (5/7), sekitar 6,6 juta bocah di Suriah kini membutuhkan bantuan. Angka ini telah melonjak hingga sepertiga atau sekitar dua juta sejak Juni 2013 lalu. "Itu angka yang mengherankan dan angka yang meningkat sangat, sangat cepat," ujar juru bicara UNICEF Simon Ingram kepada para wartawan di Jenewa, Swiss.Dikatakan Ingram, UNICEF sejauh ini baru menerima 37 persen dari dana US$ 770 juta yang diperlukan untuk membiayai layanan-layanan UNICEF hingga akhir tahun ini bagi anak-anak Suriah di dalam negeri, juga bagi mereka yang tinggal sebagai pengungsi di negara-negara tetangga."Sebenarnya ada risiko yang sangat nyata sebagai akibat dari krisis pendanaan ini dan jika dana itu tak juga masuk, kami akan terpaksa menghentikan sejumlah layanan penting yang kami berikan," cetus Ingram. Salah satu layanan penting yang terancam dihentikan karena ketiadaan dana adalah layanan air minum dan sanitasi di Irak, Libanon, Yordania. Ketiga negara tersebut, selain Turki, menampung banyak pengungsi Suriah.Sejak konflik Suriah pecah pada Maret 2011 silam, lebih dari 162 ribu orang telah tewas. Jutaan orang pun telah kehilangan tempat tinggal di negeri yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad itu. Menurut data PBB, secara keseluruhan, sekitar 10,9 juta warga Suriah -- nyaris separuh dari total populasi 22 juta jiwa -- saat ini sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. Saat sebagian besar warga Suriah tak mampu lagi memenuhi kebutuhan hidup atau memperoleh kebutuhan dasar mereka akibat kesulitan di negeri itu, dapur amal telah bermunculan sebagai tren baru di kalangan pemuda, terutama selama Ramadan."Sakbat Ramadan", atau Makanan Ramadan, adalah nama satu dapur amal yang didirikan oleh lebih dari 30 pemuda Suriah, termasuk mereka yang telah menyampaikan kesediaan guna membantu sesama warga Suriah selama bulan suci Ramadan.Relawan, yang mendirikan dapur mereka di bagian kunp Kota Damaskus, Ibu Kota Suriah, menetapkan sasaran harian untuk memasak antara 2.000 dan 3.000 makanan yang cukup buat 9.000 orang Suriah yang memerlukan. Setiap hari mereka memasak makanan yang berbeda dan mereka memperoleh bahan makanan serta bumbu dari sumbangan."Kami tak menerima uang, kecuali sumbangan barang atau jasa," demikian tulisan yang terpampang di atas dapur sementara organisasi non-pemerintah tersebut.Slogan kegiatan mereka mendesak rakyat Suriah yang mampu untuk menyumbang atau bahkan menjadi bagian dari tim relawan. "Wahai orang yang baik hati, gagasan kami berlangsung berkata relawan anda semua dan sumbangan barang serta jasa. Kami menunggu kalian!" demikian slogan mereka.Itu adalah tahun kedua bagi kelompok Sakbat Ramadan, yang relawan dan anggotanya bekerja di bawah pengawasan Kelompok Bader --organisasi non-pemerintah bagi pembangunan kemanusiaan.Relawan kelompok tersebut memulai kegiatan mereka pada pukul 12.00 siang setiap hari selama Ramadan. Umat Muslim berpuasa dari fajar sampai terbenam Matahari setiap hari selama bulan suci Ramadan.Relawan itu terus memasak dan mengemas makanan sampai pukul 18.00 waktu setelah, ketika delegasi dari 18 permukiman di Damaskus tiba untuk mengumpulkan makanan yang akan dibagikan kepada keluarga yang memerlukan sesuai dengan survei yang dilakukan sebelum Ramadan.Majd Issa, Kepala Juru Masak yang telah menjadi relawan buat kelompok itu bersama saudara kembarnya, mengatakan para relawan di sana "bekerja sebagai satu keluarga"."Kami mulai bekerja pada pukul 12.00 siang dan kami terus berada di sini sampai Matahari terbenam hingga kami yakin bahwa semua makanan telah dibagikan. Izinkan saya mengatakan bahwa pada bulan Ramadan kami ingin orang Suriah membantu saudara mereka sesama warga negara Suriah," kata Issa kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi.Sementara itu, Alaa Qassem, Pegawai Organisasi Bader, memberitahu Xinhua, "Makanan dibagikan setelah dimasak oleh tim yang terlatih dari organisasi kami yang berhubungan dengan utusan dari permukiman. Delegasi ini atau wakil rakyat mengirim makanan kepada orang yang membutuhkan di masing-masing permukiman di Damaskus sesuai dengan survei yang dilakukan sebelumnya."Pola kerja semacam itu baru di Suriah. Rakyat pada masa lalu biasa saling membantu, tapi menjadi relawan di dalam kelompok untuk membantu orang yang memerlukan adalah suatu produk krisis Suriah yang dilaporkan telah menggerakkan Suriah 35 tahun mundur dalam indeks pembangunan manusia.Satu laporan yang dikeluarkan oleh Pusat bagi Penelitian Kebijakan Suriah mengatakan lebih separuh dari rakyat Suriah hidup di bawah garis kemiskinan dan angka pengangguran melonjak ke tingkat yang tak pernah ada sebelumnya akibat krisis.Jumlah orang miskin di Suriah sebelum krisis berkisar 5,5 juta orang dan pada akhir 2013, jumlah itu mencapai 12 juta dari 23 juta warga sebelum perang.Yang menambah parah keadaan ialah kemerosotan tajam nilai tukar pound Suriah terhadap dolar AS sehingga menambah berat beban yang harus dipikul rakyat Suriah dan membuat harga semua barang melambung tinggi. (detikcom/Ant/Xinhua/f)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Mobil Tabrak Anak-anak di China, 5 Orang Tewas

Luar Negeri

20 Kelurahan di Tebingtinggi Terima Bantuan CSR dari LPCI

Luar Negeri

Isu Penculikan Anak Resahkan Warga Gebang Langkat

Luar Negeri

Akibat Perang, 85.000 Anak di Yaman Tewas karena Kelaparan dan Penyakit

Luar Negeri

Penghuni Lapas Anak Tanjunggusta Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H

Luar Negeri

LPA Sebut Ada Penurunan Kekerasan Terhadap Anak di Deliserdang