Kuala Lumpur (SIB) -Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad meminta ASEAN mengulurkan bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Mahathir menyebut Komisi Penanggulangan Bencana ASEAN (ACDM) memiliki peranan besar dalam mengkoordinasikan dan memperluas bantuan dan dukungan bagi Indonesia.
"Sementara tragedi semacam itu sungguh menyayat hati, sebagai tetangga, kita tidak ingin hanya duduk dan melihat dari pinggir," ucap Mahathir dalam pernyataannya seperti dikutip kantor berita Bernama dan dilansir Channel News Asia, Kamis (4/10). Hal ini disampaikan Mahathir saat berbicara dalam pembukaan rapat ke-33 ACDM juga ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Management (AMMDM) ke-6 di Malaysia.
"Tapi upaya untuk membantu tanpa koordinasi dan perencanaan strategis yang tepat akan berakibat pada semakin kacaunya situasi yang sudah kacau. Bukannya membantu, kita mungkin berakhir memicu masalah bagi para penyelamat lainnya," sebut Mahathir. "Jelas bahwa di bawah situasi semacam itu, ACDM memiliki peran utama untuk dijalankan," tegasnya.
Lebih lanjut, Mahathir menyampaikan keyakinannya bahwa negara-negara anggota ACDM akan menyalurkan bantuan untuk Indonesia melalui badan penanggulangan bencana masing-masing. "Bersama, saya yakin kita bisa membantu negara tetangga kita untuk meringankan bebannya," ucapnya.
Mahathir mengatakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia (NADMA) telah berkoordinasi dengan badan-badan terkait dan siap mengerahkan tim pencari dan penyelamat (SAR) serta bantuan kemanusiaan untuk Indonesia.
Pemerintah Negeri Jiran telah menerbangkan satu pesawat kargo Airbus A400M (heavy-airlift) berisi suplai kemanusiaan untuk membantu penanganan bencana gempa-tsunami di Sulawesi Tengah, menurut laporan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.
Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Azwiral mengatakan pesawat itu terbang pukul 10.00 pagi dari Pangkalan Angkatan Udara Diraja Malaysia (TUDM) Subang. Komandan Pangkalan TUDM Subang, Datuk Muhammad Mudzamir Ong Abdullah, mengatakan, pesawat itu ditugaskan sebagai pembawa barang yang membawa barang dari Jakarta ke Palu, setidaknya dua kali sehari. Menurut dia, pesawat itu juga membantu membawa kebutuhan medis yang disumbangkan oleh Persatuan Bulan Sabit Merah (PBSM) dari Malaysia.
"Misi akan disertai oleh 23 awak dan tiga perwakilan media yang dipimpin oleh Komandan Skuadron 22, Letnan Kolonel Baharin Mohamad," kata Komandan Mudzamir kepada wartawan Malaysia.
Sementara itu Pemerintah Inggris mengumumkan bantuan tambahan senilai 1 juta poundsterling (sekitar Rp 19 miliar) untuk mendukung upaya penanganan bencana gempa-tsunami di Sulawesi Tengah, menurut keterangan dari Kepala Departemen Pembangunan Internasional Inggris (DfID) Penny Mordaunt.
Lembaga itu juga tengah menerbangkan suplai kemanusiaan berupa ribuan tenda penampungan pengungsi, alat penjernih air dan alat penerangan darurat bertenaga surya untuk membantu para korban dan proses penanganan bencana di lokasi.
Suplai bantuan kemanusiaan itu diberangkatkan dari Doncaster Sheffield Airport pada Kamis (4/10) pagi waktu setempat menuju ke Indonesia, demikian seperti dikutip dari laman resmi pemerintah Inggris.
Sebelumnya, Britania Raya telah mengumumkan kesiapannya untuk memberikan dukungan langsung senilai 2 juta pound-sterling (sekitar Rp 39 miliar) kepada Indonesia. Sehingga, total bantuan saat ini dari Inggris untuk penanganan bencana gempa-tsunami di Sulawesi Tengah telah mencapai 3 juta pound-sterling.
Dukungan terbaru dari Inggris tidak termasuk paket bantuan kemanusiaan yang secara terpisah juga tengah disalurkan oleh Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah (IFRC), European Civil Protection and Humanitarian Aid Operations (ECHO) dan UN Central Emergency Response Fund (CERF) --di mana London turut memberikan pendanaan kepada organisasi-organisasi tersebut. (Detikcom/q)