Diduga Korupsi Rp 219 Miliar, Panglima Militer China Dipecat

- Kamis, 18 Oktober 2018 16:22 WIB

BEIJING (SIB) -Dua orang jenderal dipecat dan keanggotaan keduanya di Partai Komunis China dicoret seteleh diduga melakukan korupsi. Demikian diumumkan pemerintah China, Selasa (16/10). "Pelanggaran yang mereka lakukan amat berat dan skala korupsinya sangat besar. Perbuatan mereka mengakibatkan kerusakan hebat," demikian pernyataan pemerintah yang dipublikasikan kantor berita Xinhua. 

Seorang yang dekat dengan militer mengatakan, lebih dari 300 personel terkena dampak kasus yang menimpa mantan panglima angkatan bersenjata Fang Fenghui ini. Saat ini Fang sedang menjadi sasaran pemeriksaan kasus korupsi yang diduga mencapai 100 juta yuan atau sekitar Rp 219 miliar. Pernyataan dari Komisi Militer Pusat mengatakan, Fang tidak setia kepada Partai Komunis serta telah merusak citra partai dan angkatan darat China. 

Komisi melanjutkan, pria berusia 66 tahun itu juga melanggar disiplin politik dan aturan pemerintah yang melanggar para pejabat bermewah-mewah atau menerima suap. Selain Fang Fenghui, Komisi Militer Pusat mengatakan, Zhang Yang, mantan ketua departemen politik komisi, juga diduga melakuan korupsi. Sehingga, negara memecat Zhang Yang dan mencoret keanggotaan pria tersebut di dalam Partai Komunis China. 

Namun, sebelum sempat diadili, Zhang memilih gantung diri di kediamannya di Beijing pada November 2017 saat sedang menjadi target penyelidikan. "Zhang berusaha meloloskan diri dari hukuman dengan cara bunuh diri. Keputusannya mencoreng partai dan angkatan darat," demikian pernyataan komisi. Sumber kedua mengatakan, lebih dari 40 orang yang menjadi sasaran penyelidikan semuanya menentang Zhang. 

Setelah berkuasa, Presiden Xi Jinping menggelar operasi anti-korupsi. Sejauh ini 13.000 perwira militer terlibat dalam korupsi dan sudah dihukum penjara di atas lima tahun. Fang dulunya adalah komandan paling muda dalam Tentara Pembasan Rakyat (PLA). Sejumlah orang dalam mengatakan Zhang adalah sosok yang oportunis. Fang naik pangkat menjadi mayor jenderal pada 1998 dan kemudian menjadi komandan daerah militer Guangzhou pada 2003. 

Dua tahun kemudian dia menjadi letnan jenderal. Pada 2007, dia kemudian ditunjuk sebagai komandan daerah militer Beijing, yang bertanggung jawab atas pertahanan ibu kota. Saat itu, Fang adalah jenderal PLA yang paling muda. (SCMP/kps/l)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Kabar Tangkap Lepas Disebut Hoaks, Satres Narkoba Sergai Beberkan Faktanya

Luar Negeri

PSMS Siap Bangkit, Fokus Curi Poin di Kandang Bekasi City

Luar Negeri

DPD Partai Golkar Kota Medan Bagikan 15.000 Takjil Selama Ramadan

Luar Negeri

Kios Ponsel di Batubara Hangus Terbakar saat Subuh, Kerugian Capai Rp50 Juta

Luar Negeri

SMP Taman Asuhan Siantar Buka SPMB, Target 128 Siswa Baru

Luar Negeri

Disdik Sumut Anggarkan Rp4,9 M untuk Modernisasi Lift