Presiden Taiwan Kunjungi Keluarga Korban Kecelakaan Kereta

- Selasa, 23 Oktober 2018 16:23 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir102018/hariansib_Presiden-Taiwan-Kunjungi-Keluarga-Korban-Kecelakaan-Kereta.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Rtr
Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, Senin (22/10) mengunjungi keluarga korban yang tewas dalam kecelakaan kereta api di Yilan.

Taipei (SIB) -Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, memberikan dukungan langsung ketika berkunjung ke rumah sakit dan bertemu dengan keluarga korban yang tewas dalam kecelakaan kereta api di Yilan pada Minggu (21/10). "Kami benar-benar minta maaf. Anda harus tetap kuat," kata Tsai kepada Chen Yu-Chan, yang anak perempuannya tewas dalam insiden tersebut. "Kami akan melakukan semua yang kami bisa," katanya kepada orang lain yang sedang menangis. Insiden ini disebut-sebut sebagai kecelakaan kereta terparah di Taiwan sejak tiga dekade lalu. Kecelakaan itu mengakibatkan empat gerbong terbalik dan delapan gerbong lain yang berisi 366 penumpang tergelincir di tikungan rel.

Selain mengunjungi keluarga korban, Tsai juga berdoa di depan altar bersama dengan biksu Buddha di rumah sakit. Sementara itu, otoritas kesehatan meminta warga menyumbangkan darah merekauntuk membantu pengobatan korban terluka. Aparat belum mengetahui penyebab kecelakaan ini, tapi mereka sudah membuka kembali layanan kereta pada Senin (22/10).

Sementara itu, ratusan personel militer dan tim penyelamat bekerja sama mencari korban yang mungkin masih bertahan hidup di dalam puing kereta. Beberapa pekerja memberikan pertolongan pertama kepada orang yang terluka, sementara pekerja lain menggunakan alat berat untuk mengangkat mobil yang hancur di dekat rel kereta. "Kereta itu berjalan dengan sangat cepat. Saya berpikir mengapa tidak melambat di tikungan?" kata Henry Tseng yang menderita luka ringan di mata. "Saya menabrak dinding ketika gerbong mulai berputar. Sekitar lima hingga enam orang terlempar keluar dari pintu kereta. Tidak ada waktu untuk memikirkan apa yang terjadi, semua orang buru-buru keluar,."

Tung Xiao-ling, menangis saat mengatakan kepada Reuters bahwa ia kehilangan delapan dari 17 anggota keluarganya dalam insiden ini. Mereka menumpang kereta tersebut setelah menghadiri pernikahan saudara perempuannya. "Tidak ada yang bisa menerima bahwa suatu hari Anda adalah pengantin dan keesokan harinya Anda berduka cita atas anggota keluarga Anda," kata dia. "Saya berharap mereka mencari tahu apa yang terjadi secepat mungkin. Kami mempercayai keamanan kereta itu." (Rtr/CNNI/f)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Terduga Pelaku Penembakan Tawuran di Belawan 'Didor' Polisi

Luar Negeri

IHSG Menguat 1,22 Persen, Rupiah Perkasa dan Emas Bertahan Tinggi

Luar Negeri

Pedagang Pasar Sambas Tolak Pengosongan Kios, Soroti Sengketa Lahan

Luar Negeri

Jembatan Gantung Muara Sibuntuon Rampung, Buka Akses Desa Sibio-bio

Luar Negeri

GNI Sumut Minta Kalapas Medan Tolak Pembebasan Bersyarat Samsul Tarigan

Luar Negeri

Bupati Labura Hadiri Haul ke-8 Syeikh H Muhammad Sukur Munthe di Sukajadi