MOSKOW (SIB)- Seorang komandan separatis pro-Rusia melontarkan tuduhan aneh mengenai insiden jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17. Menurutnya sebagian besar penumpang sudah meninggal beberapa hari sebelum naik ke pesawat. "Saya mendapatkan informasi dari mereka yang berada di lokasi jatuhnya pesawat, beberapa mayat dari korban sudah tidak segar. Mayat itu sudah tidak lagi memiliki darah dan berbau amis karena membusuk," ujar komandan separatis Igor Girkin, seperti dikutip Associated Press, Minggu (20/7). Girkin,-yang juga dikenal dengan sebutan Strelkov- mengaku tidak bisa mengkonfirmasi informasi ini. Tetapi ucapannya tentu makin menambah panas emosi mengelilingi jatuhnya pesawat dengan 298 penumpang itu. "Pihak Ukraina bisa saja melakukan sesuatu," lanjutnya. Selain itu, Girkin menyebutkan bahwa banyak ditemukan serum darah dan obat-obatan yang berada tidak jauh dari puing-puing pesawat Boeing 777-200 buatan Amerika Serikat (AS) itu.MH17 terakhir kali lepas landas dari Bandara Schipol, Amsterdam, Belanda pada Kamis 17 Juli 2014 pada pukul 12.19 siang waktu setempat. Ketika memasuki wilayah udara Ukraina ketika hendak dalam perjalanan menuju Kuala Lumpur. Dunia internasional menyebutkan pesawat itu diperkirakan jatuh setelah dirudal di wilayah yang dikuasai oleh kelompok separatis pro-Rusia di wilayah udara Ukraina. Rudal Buk ditengarai sebagai senjata yang dilesakkan untuk menembak pesawat nahas tersebut.Bentuk Zona Aman MH17Separatis Ukraina sepakat untuk tidak melakukan aksi pemberontakan di sekitar lokasi jatuhnya MH17. Para milisi di Ukraina juga sepakat untuk membentuk zona aman. Kesepakatan zona aman tersebut berdasarkan hasil perundingan dengan sejumlah elemen internasional. Berdasarkan kesepakatan zona aman beradius 20 kilometer. "Dengan ruang lingkup tersebut, Ukraina dimungkinkan untuk melakukan aktivitas investigasi dan mengidentifikasi tubuh korban," ujar Head Security Service Ukraina, Valentyn Nalyvaychenko, seperti dikutip Times of India, Sabtu (19/7). Selama ini penyidik sangat kesulitan untuk mengakses lokasi jatuhnya pesawat sebab wilayah itu dikuasai oleh pemberontak bersenjata. Milisi separatis itu pun didesak oleh komunitas international untuk dapat memberkan akses. Hal terpenting yang perlu diselamatkan dari puing-puing pesawat adalah kotak hitam. Setidaknya salah satu kotak hitam sudah ditemukan. Berdasarkan pantauan wartawan AFP, jenazah korban MH17 bertebaran dalam jarak sangat luas. Sebelumnya rombongan Organisation for Security and Coorperatin Europe (OSCE) dihadang sekelompok orang bersenjata saat akan memasuki area jatuhnya pesawat MH17. Bahkan beberapa di antara mereka terlihat dalam kondisi mabuk dan bersikap kasar. Wilayah tersebut memang panas dan rawan belakangan ini. Wilayah itu juga menjadi area pertempuran antara Pemerintah Ukraina dan kelompok milisi separatis pro Rusia.Bendera Setengah TiangMalaysia mengibarkan bendera setengah tiang terkait tragedi penerbangan kedua dalam empat bulan yang menimpa Malaysia Airlines. Pengibaran bendera ini terkait imbauan Perdana Menteri Najib Razak demi mendoakan negeri itu terhindar dari bencana dan ancaman. Mengutip Bloomberg, Sabtu (19/7), sebanyak 44 orang warga Malaysia tewas setelah Malaysia Airlines MH17 jatuh di Ukraina timur yang dikuasai pemberontak pro-Rusia. Pesawat itu diduga jatuh akibat tembakan rudal milik milisi pro-Rusia. Menurut PM Najib, Malaysia adalah korban ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Sementara itu, Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai akan berangkat ke ibu kota Ukraina, Kiev. Sebelumnya pada bulan Maret, pesawat MH370 menghilang dalam perjalanan ke Beijing dari Kuala Lumpur. Hingga kini, pesawat yang mengangkut 239 penumpang dan kru itu belum ditemukan. "Ini adalah tahun tragedi ganda bagi Malaysia. Saya tidak bisa berkata-kata melihat segala yang terjadi ini," kata warga Malaysia, Lim Kee Seng. Manajemen Malaysia Airlines menawarkan layanan refund alias pengembalian uang untuk penumpang yang akan membatalkan atau menunda penerbangan setelah peristiwa jatuhnya MH17, kebijakan ini berlaku pula bagi tiket yang tak bisa diuangkan kembali (non refundable tickets). "Saya turut berduka cita bagi rakyat Malaysia karena (Malaysia Airlines) adalah maskapai penerbangan nasional mereka. Akan tetapi sayangnya, saat ini saya tidak mau terbang dengan Malaysia Airlines," kata warga Australia Christine Moses di Bandara Internasional Kuala Lumpur.Seperti halnya Malaysia, bendera setengah tiang juga dikibarkan di Australia sebagai penghormatan bagi warganya yang turut menjadi korban tewas MH17. Sementara itu, kebaktian peringatan telah direncanakan untuk diadakan. (AP/okz/Bloomberg/kps/i)