Serangan Gerilyawan Filipina Tewaskan 18 Orang

- Rabu, 23 Juli 2014 13:56 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/07/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Cotabato (SIB)- Pertempuran antara tentara Filipina dan satu kelompok gerilyawan di selatan negara itu menewaskan 18 orang dalam satu hari, kata militer, Selasa.Tujuh belas anggota gerilyawan Pejuang Kemerdekaan Islam Bangsamoro (BIFF) dan seorang tentara tewas dalam baku tembak sepanjang Senin di pulau Mindanao, Filipina selatan, kata Brigjen Eduardo Panglilinan, komandan militer daerah itu. "Salah seorang dari tentara kami tewas dalam serangan itu. Sejumlah 17 gerilyawan juga tewas ketika pasukan kami membalas serangan itu dalam baku tembak berikutnya," kata jenderal itu kepada wartawan.Pertempuran mereda tetapi militer tetap siaga, dengan helikopter-helikopter tempur terbang rendah dan kendaraan-kendaraan lapis baja di parkir di jalan-jalan Cotabato City, satu pusat perdagangan di daerah itu."Tidak ada baku tembak lagi tetapi kami tetap meneruskan operasi-operasi kami di lapangan," kata Pangilinan.Pertempuran dimulai Senin subuh ketika gerilyawan BIFF menyerang pos-pos depan militer di Provinsi Maguindanao yang dilanda kerusuhan.Aksi kekerasan itu kemudian meluas ke provinsi tetangga Cotabato Utara sebelum gerilyawan mundur, kata Pangilinan.Juru bicara BIFF Abu Misry Mama menolak pernyataan militer mengenai kejadian-kejadian itu dengan mengatakan hanya empat petempurnya tewas."Hanya empat petempur kami tewas. Kami tidak pernah berbohong  mengenai jumlah korban kami karena adalah satu kehormatan meninggal sebagai mujahiddin," katanya.Ia mengatakan BIFF telah melakukan serangan-serangan untuk membalas pnculikan militer terhadap seorang ayah Muslim dan putranya pada 3 Juli.Militer sebelumnya membantah tuduhannya, menyebut itu sebagai propaganda.Badan-badan kesejahteraan sosial wilayah itu mengatakan setidaknya sembilan warga sipil cedera dan lebih dari 30 keluarga  terpaksa melarikan diri karena pertempuran baru itu.BIFF memisahkan diri dari kelompok gerilyawan utama Front Pembebasan Islam Moro (MILF) tahun 2008.MILF yang berkekuatan 10.000 anggota melakukan gencatan senjata dan perundingan perdamaian dengan pemerintah bagi pembentukan satu wilayah otonomi bagi daerah-daerah yang berpendudu mayoritas Muslim  di selatan negara yang sebagian besar penduduknya beragama Kristen. (Ant/AFP/q)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Gaza Kembali Dibombardir, 12 Tewas Jelang Pembukaan Perbatasan Rafah

Luar Negeri

Pemprov Sumut Pastikan Pelaksanaan Proyek Penguatan Tebing Sungai Batang Serangan 2026

Luar Negeri

Serangan di Stasiun Metro Taipei, 4 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Luar Negeri

Jumlah Korban Penculikan Sekolah Kristen di Nigeria Jadi 303 Siswa

Luar Negeri

Ketum PWI Serukan Jurnalis Dukung Kejagung Melawan Serangan Balik Koruptor

Luar Negeri

Warga Serang Polres Dairi, Puluhan Polisi Luka-luka