2 Jet Ukraina Ditembak Jatuh di Dekat Lokasi Jatuhnya MH17

* Pemberontak Ukraina Bantah Punya Misil
- Jumat, 25 Juli 2014 11:48 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/07/hariansib_-2-Jet-Ukraina-Ditembak-Jatuh-di-Dekat-Lokasi-Jatuhnya-MH17.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/INT
Ilustrasi
Shizhne (SIB)- Pejabat pertahanan Ukraina menyebutkan dua jet militer milik negaranya baru saja ditembak oleh roket tidak dikenal. Dua jet itu ditembak roket yang diduga berasal dari perbatasan barat Rusia. Dilansir dari ABC News, Kamis (24/7), dua jet yang ditembak itu ialah jet tempur Sukhoi SU-25. Nasib pilot pesawat itu belum diketahui apakah selamat atau tidak. Kejadian ini terjadi pada pukul 12.30 waktu setempat. Dikabarkan, pesawat itu sedang terbang dengan ketinggian 6.000 kaki. "Pesawat itu ditembak dari wilayah Rusia," kata pejabat pertahanan Ukraina. Lokasi jatuhnya pesawat itu berdekatan dengan lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 yang dirudal pada minggu lalu. Pejabat Ukraina mengklaim wilayah jatuhnya 2 pesawat itu merupakan daerah separatis pro Rusia.Sementara itu, pemimpin kubu pemberontak pro-Rusia di Ukraina mengatakan kepada BBC bahwa pasukan mereka tidak memiliki sistem misil BUK SA-11 buatan Rusia yang diduga digunakan untuk menjatuhkan pesawat Malaysia Airlines, MH17. Alexander Borodai, Perdana Menteri Republik Rakyat Donetsk (DPR), mengatakan bahwa bukti yang merujuk bahwa mereka memiliki misil adalah "palsu". "Tidak, kami tidak punya BUK. Tidak ada BUK di area," katanya kepada wartawan BBC Gabriel Gatehouse.Sebelumnya, tim penyidik Barat mengatakan bahwa senjata itu digunakan untuk menembak jatuh pesawat penumpang MH17. Borodai juga membantah tuduhan yang mengatakan bahwa kelompoknya telah mengabaikan jenazah-jenazah korban.Dia mengatakan bahwa pengamat internasional dari Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE) awalnya meminta mereka membiarkan jenazah-jenazah itu agar dikumpulkan oleh para ahli. "Jadi kami menunggu satu hari. Kami menunggu di hari kedua, hari ketiga. Tidak ada ahli yang datang. Jadi, untuk membiarkan jenazah di sana dengan suhu 30 derajat celsius adalah hal yang absurd. "Sangat tidak manusiawi. Tempat ini seperti film horor," katanya.Juru bicara OSCE Michael Bociurkiw membantah jika mereka menyuruh pemberontak untuk tidak memindahkan jenazah. Jenazah pertama korban MH17 sampai di Belanda, Rabu (23/07) Dia mengatakan kepada BBC: "Hal ini tidak konsisten dengan mandat kami untuk memberitahu orang-orang apa yang harus dilakukan. Kami di sini untuk memantau, mengamati dan dan melaporkan." (ABC/dtc/BBC/q)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Polsek Sunggal Tembak Pelaku Spesialis Curanmor, Mengaku Beraksi 25 Kali

Luar Negeri

Polsek Medan Timur Tangkap Residivis Pencurian KDH, Pelaku Ditembak

Luar Negeri

Lima Kali Beraksi di Masjid, Empat Residivis Curanmor Dibekuk Polsek Sunggal, Dua Ditembak

Luar Negeri

Sepeda Motor Tamu Penginapan Dicuri, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Ditembak

Luar Negeri

Polsek Medan Helvetia Tembak Pelaku Curanmor di Milik Jamaah Masjid

Luar Negeri

Jet Pribadi Jatuh, Panglima Militer Libya Tewas