Taiwan Sebut Cuaca Buruk Bukan Penyebab Jatuhnya Pesawat TransAsia

* Presiden Tiongkok Turut Berduka
- Jumat, 25 Juli 2014 12:39 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/07/hariansib_Taiwan-Sebut-Cuaca-Buruk-Bukan-Penyebab-Jatuhnya-Pesawat-TransAsia.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/INT
Ilustrasi
Taipei (SIB)- Pesawat TransAsia Airways di Taiwan disebut-sebut jatuh saat hendak mendarat darurat di tengah badai. Namun otoritas Taiwan meyakini cuaca buruk bukan penyebab kecelakaan pesawat tersebut. Pesawat jenis ATR 72 dengan 70 tempat duduk tersebut, gagal mencapai landasan di bandara Makong dan menabrak bangunan yang ada di kota Huxi, Pulau Penghu, Taiwan bagian barat. Insiden ini terjadi pada Rabu (23/7), atau sehari setelah topan menerjang wilayah yang sama.Terdapat 54 penumpang dan empat awak pesawat saat kejadian. Sedikitnya 48 orang tewas dan 10 orang lainnya mengalami luka-luka. Otoritas penerbangan sipil Taiwan menyatakan, cuaca pada Rabu (23/7) sesuai untuk penerbangan. Hingga kini, otoritas setempat masih mencari tahu penyebab pasti kecelakaan tragis tersebut."Terdapat sembilan penerbangan dengan rute yang sama antara pukul 14.00 waktu setempat dan pukul 19.00 waktu setempat, kemarin. Hanya penerbangan TransAsia saja yang jatuh," terang Direktur Badan Penerbangan Sipil Taiwan, Jean Shen, seperti dilansir Reuters, Kamis (24/7)."Laporan cuaca menunjukkan bahwa saat itu oke untuk pendaratan. Kami belum bisa memastikan apa yang salah dalam insiden ini. Komisi keselamatan penerbangan telah memulai penyelidikan ... mereka akan menyelesaikan laporan resmi dalam setahun," imbuhnya.Shen menyatakan, otoritas Taiwan tidak mengesampingkan semua kemungkinan penyebab kecelakaan yang muncul. Kedua kotak hitam pesawat telah ditemukan dan pejabat terkait akan mulai memeriksanya.Presiden Taiwan Ma Ying-jeou telah menyampaikan bela sungkawa mendalam bagi korban tragedi ini. "Hari ini merupakan hari paling sedih dalam sejarah penerbangan Taiwan," tutur Presiden Ma dalam pernyataannya. "Seluruh Taiwan berduka," imbuhnya.Sementara Presiden Tiongkok yang selama ini menjadi rival Taiwan, juga turut mengucapkan duka cita bagi korban. Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang tengah melakukan kunjungan ke Amerika Latin, dalam pernyataannya mengaku sangat sedih mengetahui banyaknya korban tewas dalam tragedi tersebut.Daratan Tiongkok dan Taiwan sudah sejak lama menjadi rival. Otoritas Tiongkok masih menganggap Taiwan sebagai wilayahnya yang berkhianat. Namun beberapa tahun terakhir, hubungan komersial kedua negara semakin membaik. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Prancis melaporkan ada dua warga negaranya dari 48 korban tewas. Belum diketahui secara pasti identitas korban tewas maupun luka-luka lainnya. (Rtr/dtc/q)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Miris, Surya Diproses di Polda Sumut Karena Sebut Penjahat

Luar Negeri

Suhu Sergai 23–29°C, BPBD: Belum Ada Tanda Cuaca Ekstrem

Luar Negeri

Hujan Deras Putuskan Akses Jalan ke Batu Nagodang, Pemkab Humbahas Bergerak Cepat

Luar Negeri

Polres Simalungun Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Luar Negeri

Bupati Humbahas Imbau Warga Waspadai Cuaca Kemarau

Luar Negeri

Nelayan Tak Melaut, Aktivitas Pasar Ikan Modern Sibolga Sepi