Israel Serang Lokasi Pengungsian, Korban Tewas Mencapai 808 Orang

* Reuven Rivlin Dilantik Sebagai Presiden Baru Israel
- Sabtu, 26 Juli 2014 13:45 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/07/hariansib_Israel-Serang-Lokasi-Pengungsian--Korban-Tewas-Mencapai-808-Orang-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
AP Photo/Ronen Zvulun, Poll
Presiden baru Israel Reuven Rivlin (kiri) dan ketua parlemen Yuli Edelstein memberi aplus pada Presiden yang baru mundur shimon Peres dalam Upacara di Knesset, Yerusalem (24/7). Pelantikan Rivklin berlangsung saat Israel terus menyerang Gaza.
Gaza (SIB)- Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon terkejut atas serangan yang dilancarkan Israel ke suatu sekolah dasar (SD) milik PBB yang dijadikan tempat pengungsian warga Gaza. Serangan itu menewaskan 15 warga Palestina. Menurut dinas urusan darurat Gaza seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (25/7), sedikitnya 15 orang tewas dan lebih dari 200 orang lainnya luka-luka dalam serangan yang terjadi pada Kamis, 24 Juli waktu setempat itu.Gedung sekolah PBB tersebut digunakan untuk menampung warga Palestina yang meninggalkan rumah-rumah mereka demi mencari tempat yang aman dari bombardir Israel. Namun malang, tempat pengungsian itu pun tak luput dari serangan militer Israel."Banyak yang tewas -- termasuk wanita dan anak-anak, serta staf PBB," tutur Ban yang mengaku terkejut akan insiden tersebut. Dikatakan pemimpin badan dunia tersebut, insiden tersebut menekankan pentingnya untuk menghentikan pertumpahan darah di Gaza saat ini juga.Sementara itu kelompok Hamas mengklaim telah menembakkan tiga roket ke bandara Tel Aviv, Israel. Serangan ini dilancarkan sehari setelah maskapai Amerika Serikat dan sejumlah maskapai Eropa membuka kembali penerbangan ke Israel, yang sempat dihentikan selama dua hari. "Pada pukul 11.45, Brigade Qassam membombardir Bandara Ben Gurion dengan tiga roket M75," demikian statemen Brigade Qassam yang merupakan sayap militer Hamas. Juru bicara militer Israel mengkonfirmasi serangan roket dari Gaza tersebut. Namun dia menolak memperjelas sampai seberapa dekat roket tersebut jatuh di Ben Gurion.Sebelumnya, maskapai-maskapai AS dan Eropa telah memerintahkan semua penerbangan komersial ke Israel dihentikan setelah sebuah roket jatuh di dekat landasan pada Selasa, 22 Juli lalu. Namun pada Kamis, 24 Juli, sejumlah maskapai Eropa, AS dan Rusia kembali melanjutkan penerbangan ke Israel setelah dihentikan selama dua hari. Meski begitu badan penerbangan AS, FAA mengingatkan bahwa situasi masih sangat fluktuatif.Konflik di Gaza kini telah memasuki hari ke-18. Jumlah korban jiwa akibat serangan Israel di Gaza sejauh ini telah mencapai 808 orang. Pada Kamis, 24 Juli kemarin, sebanyak 98 warga Palestina tewas akibat rentetan serangan Israel. Ini merupakan salah satu hari paling mematikan selama konflik Gaza. Menurut kelompok-kelompok nonpemerintah, sekitar 80 persen korban jiwa adalah warga sipil Palestina, termasuk banyak wanita dan anak-anak.Sementara itu di pihak Israel, tiga warga sipil tewas akibat serangan-serangan roket yang dilancarkan militan dari Gaza. Ketiga korban terdiri dari dua warga Israel dan seorang pekerja migran asal Thailand. Selain itu, 32 tentara Israel telah tewas dalam pertempuran melawan para militan Hamas dan lainnya.Pemerintah Israel bersikeras bahwa negaranya hanya bertindak membela diri terhadap kelompok Hamas. Israel pun menuding Hamas menggunakan korban-korban warga sipil Palestina sebagai "bahan bakar mesin propagandanya." "Ini bukan perang yang kami pilih. Ini usaha terakhir kami," cetus Wakil Dubes Israel untuk PBB, David Roet. Dikatakan Roet, pemerintah Israel telah menyetujui proposal yang disampaikan Mesir mengenai gencatan senjata dengan Hamas. Tidak seperti Hamas yang bersikeras menolak gencatan senjata tersebut.Akan tetapi, negara-negara Arab mempertanyakan klaim Israel bahwa pihaknya hanya bertindak membela diri. Ini terbukti dengan tingginya korban jiwa di kalangan warga sipil Palestina, khususnya wanita dan anak-anak.Sementara warga Iran menggelar aksi demo di berbagai wilayah negeri itu untuk menunjukkan dukungan bagi warga Palestina. Unjuk rasa ini juga digelar untuk memprotes operasi militer Israel di wilayah Gaza. Aksi-aksi demo ini berlangsung di ibukota Teheran dan lebih dari 700 kota di seluruh Iran. Tidak disebutkan berapa jumlah total demonstran yang meramaikan aksi-aksi protes ini. Di Teheran, tayangan televisi memperlihatkan para demonstran membawa spanduk-spanduk bertuliskan "Matilah Israel" dan "Matilah Amerika". Sebelumnya, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyerukan warga Palestina untuk terus melawan Israel dan memperluas perlawanan tersebut hingga ke wilayah Tepi Barat. Presiden Baru IsraelDi tengah konflik yang terjadi dengan Hamas, Pemerintah Israel melantik presiden baru. Sosok yang akan menjadi kepala negara Israel adalah Reuven Rivlin. Rivlin menjadi Presiden Ke-10 Israel menggantikan Shimon Peres. Pria berusia 74 tahun tersebut merupakan anggota legislatif dari partai beraliran konservatif, Likud. Rivlin terpilih sebagai Presiden Israel pada 10 Juni 2014.Dalam Pilpres Israel, Rivlin secara meyakinkan mengalahkan pesaingnya, Meir Sheetrit. Sesaat setelah terpilih, Rivlin dipastikan telah mengajukan penguduran diri dari Parlemen Israel. Terpilihnya Rivlin tidak sepenuhnya disukai warga Isreal. Pasalnya, sejumlah warga menilai Rivlin sudah terlalu tua memegang posisi vital ini.Namun, tentangan dari sebagian warga Israel tampaknya diacuhkan Rivlin. Dia menyatakan sampai saat ini belum berniat pensiun. Mengenai urusan Palestina, Rivlin hampir serupa dengan pemimpin Israel sebelumnya. Orang asli Yerusalem ini dikenal sebagai salah satu penentang utama terbentuknya negara Palestina. (Detikcom/q)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Timbul Jaya H Sibarani Desak Dishub Sumut Segera Realisasikan Bus Listrik Mebidang Berbiaya Rp60 Miliar

Luar Negeri

Bupati Tapteng Imbau Warga Sitahuis Direlokasi ke Tempat yang Aman

Luar Negeri

DPC PDIP Medan Usul Relokasi Pedagang Pasar Sambas Ditunda Hingga Usai Lebaran

Luar Negeri

Gaza Kembali Dibombardir, 12 Tewas Jelang Pembukaan Perbatasan Rafah

Luar Negeri

Pemprov Sumut Pastikan Pelaksanaan Proyek Penguatan Tebing Sungai Batang Serangan 2026

Luar Negeri

Standard Chartered Perkuat Komitmen di Sumatra