Kiev (SIB)- Pesawat membawa mayat korban pesawat MH17, yang jatuh ditembak di Ukraina timur, kembali terbang ke Belanda, Senin, sementara pakar dari Malaysia mulai bergabung dalam penyelidikan antarbangsa di tempat kejadian itu.Pemerintah Ukraina mengatakan pesawat tersebut membawa mayat terkini, yang ditemukan dalam pencarian, bersama DNA dan barang milik penumpang, yang disimpan sementara di kota Donetsk, yang dikuasai pemberontak.Sebelum penerbangan pada Senin tersebut, sebanyak 227 peti jenazah telah diterbangkan ke Belanda --negara dengan korban paling banyak dalam tragedi 17 Juli itu-- untuk proses identifikasi.Namun kepala misi polisi Belanda di Ukraina Pieter-Jaap Aalbersberg pada Minggu mengatakan: "Kami perkirakan masih ada penerbangan lagi ke Belanda dalam waktu dekat."Sebanyak 298 penumpang dan kru tewas ketika pesawat Malaysia Airlines yang terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur meledak di udara hampir tiga pekan lalu.Penyelidikan atas peristiwa tersebut --kecelakaan pesawat kedua yang melibatkan Malaysia Airlines tahun ini-- berulangkali ditunda karena pertempuran di kawasan tersebut antara pasukan pemerintah dengan petempur separatis pro-Moskow.Amerika Serikat mengatakan pihak pemberontak telah menembak pesawat itu dengan rudal darat-ke-udara namun Moskow dan kelompok pemberontak menyalahkan militer Ukraina.Pada Senin, tim pakar dari Malaysia untuk pertama kalinya bergabung dengan polisi Belanda dan Australia dan melanjutkan penyisiran lokasi bagi menemukan jasad korban, demikian pernyataan dari kementerian keadilan dan keamanan Belanda.Para pakar tersebut sempat dicegah memasuki kawasan yang dikuasai pemberontak namun mereka kemudian dibiarkan masuk, demikian pernyataan Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE), yang memantau situasi di Ukraina dan mendampingi para pakar itu."Kerja dimulai lagi di lokasi jatuhnya MH17 oleh 100 lebih pakar," kata OSCE dalam akun twitter, Senin. Anjing penjejak mendampingi para pakar itu, katanya.Secara keseluruhan, sebanyak 124 pakar berada di lokasi kejadian dan "berencana menyisir dua lapangan di sebelah barat lokasi kejadian," kata pemerintah Kiev dalam pernyataan terpisah.Sementara itu dalam akun Facebooknya, Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai berjanji bahwa persiapan pemulangan mayat korban yang merupakan warga Malaysia akan dibuat "segera setelah jasad-jasad itu diidentifikasi dan proses forensik selesai dilakukan"."Upaya untuk menemukan dan mengidentifikasi mayat korban tragedi MH17 masih berlanjut," imbuh dia, seraya menegaskan bahwa hari berkabung nasional akan diberlakukan segera setelah semua mayat korban warga Malaysia dipulangkan.(Ant/c)