Gaza (SIB)- Gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza kini memasuki hari kedua. Gencatan senjata selama 72 jam ini dilakukan setelah konflik Gaza berlangsung selama 29 hari. Konflik tersebut telah menewaskan 1.875 warga Palestina, termasuk di antaranya 430 anak-anak. Sementara 9.567 warga Gaza terluka, termasuk 2.878 anak-anak.Serangan-serangan Israel selama 29 hari tersebut pun telah menimbulkan kerugian yang besar. Menurut Wakil Menteri Perekonomian Palestina Taysir Amro, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/8), konflik Gaza telah menyebabkan kerugian total senilai US$ 6 miliar.Salah satu kehancuran paling parah adalah di dekat kota Rafah, Gaza selatan, yang rata dengan tanah akibat serangan masiv Israel yang dimulai pada Jumat, 1 Agustus lalu.Selama 29 hari melancarkan operasi militer di wilayah Gaza, militer Israel mengklaim telah menghancurkan 32 terowongan. Serangan-serangan udara Israel disebutkan telah mengenai hampir 4.800 target dan menewaskan 900 "teroris" Palestina. "Kami perkirakan mereka masih memiliki sekitar 3.000 roket lagi. Ini tantangan yang harus kami atasi," kata juru bicara militer Israel. Tetapi masih saja ada yang merasa skeptis terhadap gencatan senjata tersebut. "Anda tahu, kami baru saja beberapa jam dari waktu gencatan senjata dimulai. Nanti lihat apakah ini benar-benar diperhatikan," kata Orly Doron, seorang ibu asal Israel yang tinggal satu lokasi di perbatasan Gaza yang telah mengalami kerusakan akibat dihantam serangan roket."Kami sudah pernah menyepakati tiga atau empat gencatan senjata selama perang; kami semua melihat gencatan senjata tak diperhatikan." Beberapa menit sebelum gencatan senjata berlaku, baik Israel maupun Hamas terlibat dalam unjuk kekuatan yang tampaknya untuk memperlihatkan kata akhir sebelum meletakkan senjata mereka. (AFP/dtc/Ant/h)