Rusia Larang Impor Produk Pertanian dari AS dan UE

- Jumat, 08 Agustus 2014 11:12 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Moskow (SIB)- Pemerintah Rusia akhirnya membalas sanksi yang diterapkan Amerika Serikat dan Uni Eropa. Presiden Vladimir Putin menerbitkan dekrit yang melarang para pengusaha Rusia mengimpor produk pertanian, makanan dan bahan mentah dari AS dan negara anggota UE selama satu tahun. Laman Russia Today, Kamis (7/8) melansir, isi dekrit juga memerintahkan kepada kabinet untuk mengambil langkah agar bisa menciptakan keseimbangan produk pasar dan mencegah kenaikan harga. Pemerintah Rusia juga mendukung para pengusaha, pemilik pabrik dan jaringan pasar retail, agar bisa meningkatkan produksi pangan Rusia. "Dekrit penggunaan kebijakan ekonomi khusus telah ditandatangani sebagai respons sanksi yang dikeluarkan beberapa negara terhadap Rusia terkait krisis di Ukraina," tulis situs resmi Istana Kremlin. Kini, tugas pemerintah adalah membuat daftar produk apa saja yang akan dilarang untuk diimpor selama satu tahun ke depan. Menurut seorang sumber di pemerintahan, produk yang dilarang terdiri dari beragam jenis sayur, buah dan daging. Namun, produk minuman anggur dan makanan bayi tidak akan dimasukkan ke dalam daftar tersebut. Sumber itu juga menyebut kebijakan ini juga tidak kaku, melainkan fleksibel.Sementara pejabat pemerintah di Rusia mengatakan produk keju, daging dan olahan susu, diprediksi yang akan terkena dampak larangan itu. Sekretaris Pers Perdana Menteri, Natalia Timakova, menjanjikan daftar produk yang dilarang diimpor itu akan siap pada hari ini. Presiden Putin pada Selasa kemarin mengatakan respon yang dikeluarkan Moskow sangat berhati-hati. "Jelas, kami perlu berhati-hati, karena kami ingin mendukung produsen domestik dan tidak merugikan konsumen kami sendiri," ujar Putin. Dia juga menegaskan sanksi yang digunakan untuk menekan perekonomian Rusia tidak dapat diterima dan melanggar aturan serta norma internasional. Asosiasi Retail Rusia memastikan larangan impor produk pertanian hanya akan berpengaruh ke segmen pasar premium. Direktur Eksekutif asosiasi tersebut, Andrey Karpov, mengatakan konsumen biasa tidak akan merasakan dampaknya. Karpov menambahkan, asosiasi juga tengah mempertimbangkan pembatasan  distribusi asing dan lebih meningkatkan jumlah pemasok dari Rusia. Sanksi yang diberlakukan pekan lalu oleh UE mulai terasa dampaknya ke sektor perekonomian Rusia. Lima bank Rusia, termasuk bank terbesar, Sberbank, tidak bisa meningkatkan modal dari pasar modal UE. UE juga memberlakukan embargo impor dan ekspor produk pertahanan dan materi terkait menuju dan dari Rusia. (MoskowToday/vvn/q)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Bea Cukai Segel Tiga Gerai Tiffany & Co di Jakarta, Terancam Denda Hingga 1.000 Persen

Luar Negeri

KPK Dalami Peran PT Blueray dalam Kasus Suap Impor di DJBC, Enam Tersangka Ditetapkan

Luar Negeri

Bea Cukai Kanwil Jakarta Segel Tiga Toko Perhiasan Mewah, Diduga Langgar Administrasi Impor

Luar Negeri

New START Berakhir, AS dan Rusia Bebas Tambah Hulu Ledak Nuklir ?

Luar Negeri

Kabur Saat OTT Bea Cukai, Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buronan KPK

Luar Negeri

BPS: Nilai Impor Sumut Turun 5,23 Persen