Turki Gelar Pilpres, Erdogan Diprediksi Menang

- Senin, 11 Agustus 2014 11:50 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Ankara (SIB)- Jutaan orang di Turki menggunakan hak pilihnya untuk memilih dalam pemilihan presiden pertama di negara tersebut, Minggu (10/8). PM Reccep Tayyip Erdogan yang turut dalam bursa kandidat diprediksi akan memenangkan pemilihan tersebut.Presiden Turki sebelumnya dipilih oleh parlemen. Namun undang-undang baru kini mengharuskan presiden dipilih rakyat melalui pemilihan umum. Ada dua kandidat selain Erdogan, yaitu Ekmeleddin Ihsanoglu, mantan ketua Organisasi Kerjasama Islam, dan Selahattin Demirtas dari Partai Demokrat yang pro-Kurdi.Salah satu peraturan pilpres adalah melarang publikasi jajak pendapat jelang pemilihan. Namun dua survei bulan lalu menunjukkan dukungan terhadap Erdogan mencapai 55-56 persen. Angka ini terpaut 20 persen dibanding Ihsanoglu dan cukup membuat Erdogan melangkah tanpa melalui pilpres putaran kedua.Jika terpilih, Erdogan berjanji akan mengubah peran Presiden yang sebelumnya hanya figur seremonial belaka. Presiden di bawah Erdogan akan memiliki kekuatan eksekutif untuk memanggil parlemen, mengadakan rapat kabinet, dan menunjuk perdana menteri, dewan menteri dan hakim pengadilan tinggi.Dengan slogan "Aspirasi nasional, kekuatan nasional" Erdogan berjanji akan membuat perubahan di Turki sesuai dengan aspirasi rakyat. Didukung oleh mayoritas Muslim Turki, Erdogan diharapkan bisa mendobrak sistem pemerintahan sekuler yang dianut negara itu sejak runtuhnya Kekhalifahan Ottoman tahun 1920an.Kedua kandidat lainnya berseberangan visi dan misi dengan Erdogan. Demirtas dan Ihsanoglu berkampanye menentang otoritarianisme dan berjanji melakukan tidak akan melakukan perubahan di sistem pemerintahan yang menurut mereka telah seimbang itu.Para penentang Erdogan kebanyakan dari kalangan sekuler yang menganggap pria 60 tahun itu sebagai sultan era-modern. Erdogan disebut akan menerapkan syariat Islam dalam perpolitikan dan menghancurkan cita-cita pendiri negara demokrasi Turki, Murtafa Kemal Attaturk.Dukungan terhadap Erdogan juga berdatangan dari para ulama mahsyur, salah satu adalah Yusuf al-Qaradawi, ketua Serikat Cendekiawan Muslim Internasional. "Saya mendukung kepemimpinan Erdogan yang kuat, ikhlas dan jujur dan menyerukan seluruh rakyat Turki untuk juga mendukungnya," kata Qaradawi. (vivanews/i)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

50 Ribu Massa Turun ke Jalan, Oposisi Turki Tantang Pemerintah

Luar Negeri

Jet Tempur Canggih Rafale Pertama Indonesia Muncul di Pabrik Dassault, Prancis

Luar Negeri

Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Landa Turki, 50 Ribu Warga Mengungsi

Luar Negeri

Gempa Guncang Turki, Lebih dari 230 Orang Terluka

Luar Negeri

Tiba di Abu Dhabi, Presiden Prabowo Mulai Lawatan ke Timur Tengah dan Turki

Luar Negeri

Ratusan Ribu Warga Turki Gelar Protes Dukung Pesaing Erdogan