Kiev (SIB)- Ada kisah menarik seputar kaburnya para tahanan dari penjara di wilayah konflik Ukraina timur. Salah seorang tahanan yang melarikan diri, memutuskan untuk kembali ke penjara dengan diantarkan ibunya. Napi tersebut merupakan satu di antara 106 tahanan yang kabur dari penjara di kota Donetsk, saat terjadi serangan mortir pada Minggu, 10 Agustus larut malam waktu setempat. Namun hanya beberapa jam setelah kabur dari penjara tersebut, napi ini diantarkan oleh ibunya, Natalya Nikitenko dengan mobil untuk kembali ke penjara."Dia sendiri yang bilang bahwa dia harus kembali sehingga itu tak bisa disebut kabur. Kami melakukan semuanya sesuai hukum," tutur Nikitenko seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (12/8). Putra Nikitenko masih harus menjalani masa tahanan empat tahun lagi atas kasus pencurian mobil.Mengenai insiden kaburnya para tahanan, seorang petugas penjara mengatakan bahwa para napi melarikan diri karena panik atas ledakan-ledakan mortir yang terjadi. Seorang sipir penjara tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka dalam insiden tersebut."Bagaimana Anda bisa hidup tanpa hukum," tanya Nikitenko. Menurut wanita tersebut, putranya sendirilah yang memintanya untuk mengantarkannya kembali ke penjara. Seorang koresponden AFP yang ada di lokasi melaporkan, pengeboman terjadi cukup tersebar di sejumlah lokasi di Donetsk sepanjang malam. Aksi semacam ini mulai marak dalam beberapa hari terakhir. Terutama setelah tentara Ukraina mengepung Donetsk dan bersumpah akan mengambil alih kota tersebut dari separatis pro-Rusia.Tidak sedikit warga sipil yang menjadi korban akibat bombardir di wilayah Donetsk, yang juga mengenai rumah sakit dan rumah warga setempat. Sejauh ini, tercatat lebih dari 1.300 orang tewas dalam krisis yang melanda Ukraina. Sedangkan lebih dari 285 ribu orang lainnya terpaksa mengungsi dari rumah masing-masing, demi menghindari konflik. (Detikcom/ r)