Ebola Tewaskan 377 Orang, Guinea Darurat Kesehatan Nasional

- Jumat, 15 Agustus 2014 15:42 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Abuja (SIB)- Presiden Guinea Alpha Conde menyatakan wabah Ebola yang melanda negeri itu sebagai masalah "darurat kesehatan". Pengumuman ini disampaikan sementara jumlah korban jiwa akibat virus Ebola di negara Afrika barat itu telah mencapai 377 orang."Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan darurat kesehatan global atas Ebola. Mengingat Guinea merupakan penanda tangan konstitusi WHO, saya menyatakan Ebola sebagai darurat kesehatan nasional di Guinea," tutur Conde dalam statemen yang dibacakan di televisi pemerintah Guinea seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (14/8).Conde pun mengumumkan serangkaian langkah yang akan dilakukan termasuk pemeriksaan ketat di titik-titik perbatasan, larangan bepergian dan larangan memindahkan jasad dari satu kota ke kota lainnya hingga berakhirnya wabah.Selain itu, semua terduga penderita Ebola juga akan langsung dirawat di rumah sakit sampai hasil laboratorium diperoleh. Ditambahkan Conde, semua orang yang telah melakukan kontak dengan korban Ebola akan dilarang meninggalkan rumah mereka sampai berakhirnya masa pengawasan. "Siapapun yang diketahui berlawanan dengan langkah-langkah tersebut akan dianggap sebagai ancaman bagi kesehatan publik dan akan berhadapan dengan hukum," demikian disampaikan.Saat ini Uni Afrika (AU) dan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bekerjasama secara erat guna menangani wabah virus mematikan Ebola. Wabah Ebola yang melanda Afrika barat belakangan ini merupakan yang terburuk sejak wabah ini ditemukan di Zaire empat dekade silam. Wabah mematikan ini pertama kali terdeteksi di Guinea pada awal tahun ini. Sejauh ini, virus Ebola telah merenggut setidaknya 1.069 nyawa dan menjangkiti hampir 2 ribu orang yang tersebar hingga ke Liberia, Sierra Leone dan Nigeria.AU menyatakan ada kemungkinan bahwa wabah tersebut menyebar ke negara lain di Afrika Barat dan ke luar wilayah itu jika langkah efektif termasuk keterlibatan masyarakat tidak dilancarkan. Mustapha Sidiki Kalolo, Komisaris AU Urusan Sosial, menyatakan wabah Ebola adalah masalah Afrika yang membuat AU sangat prihatin.AU, yang membuka pusat koordinasi Ebola di Guinea, juga telah menyediakan dukungan buat negara anggota yang terpengaruh, katanya. Ia juga menyampaikan rencana penyelenggaraan konferensi, yang ia katakan mulanya direncanakan diselenggarakan sejalan dengan Konferensi Ouagadougou 2004+10 di Burkina Faso awal Septemper.Lembaga penelitian utama Australia CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation) menyatakan sejumlah penelitinya yang sedang menekuni pengembangan vaksin virus Ebola, terkena dampak dari pengetatan APBN.Pemerintah Federal telah memotong lebih dari $110 juta terhadap anggaran CSIO, dan sebagai dampaknya, delapan peneliti akan kena PHK di Laboratorium Kesehatan Hewan Australia (AAHL) di Geelong, negara bagain Victoria.Para ilmuwan di laboratorium tersebut sedang berusaha menemukan vaksin untuk Ebola, yang telah menewaskan ratusan orang di Afrika Barat, sejak wabah itu mulai berjangkit pada bulan Februari 2014. Para peneliti di AAHL, baru-baru ini mengakuisisi strain langsung dari virus yang telah melanda wilayah tersebut.Sekretaris Asosiasi Staf CSIRO, Sam Popovski, mengatakan bahwa keputusan untuk memotong dana terhadap laboratorium itu, picik. "Ini adalah berita buruk bagi para peneliti yang telah bekerja keras, yang berdedikasi untuk menjaga warga Australia, termasuk juga populasi dunia, aman dari penyakit tersebut," katanya.Laboratorium itu juga melakukan penelitian terhadap influenza Avian, SARS dan virus Hendra. "Laboratorium Kesehatan Hewan Australia itu khusus didanai untuk menjadi fasilitas nasional Australia di daerah ini," kata Sam Popovski. Laboratorium Ini diakui sebagai fasilitas nasional untuk tugas ini, dan oleh karena itu merupakan gerbang terdepan dalam melindungi Australia dari virus tersebut. (Detikcom/i)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Virus Mematikan Buatan Ilmuwan China, Berpotensi Membunuh dalam 3 Hari

Luar Negeri

Indonesia Darurat Matematika, Pola Ajar HOTS akan Diperkuat

Luar Negeri

Kebakaran Hutan di California Tewaskan 9 Orang, 150 Ribu Mengungsi

Luar Negeri

Perang AS Melawan Teror di 3 Negara Tewaskan 500 Ribu Orang

Luar Negeri

Penembakan di Bar California Tewaskan 12 Orang

Luar Negeri

Grogi Hari Pertama Kerja, Pramusaji Tekan Tombol Darurat