Dua Jurnalis China Hilang Usai Laporkan Kondisi Karantina dari Wuhan

Redaksi - Sabtu, 15 Februari 2020 19:10 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_2959_Dua-Jurnalis-China-Hilang-Usai-Laporkan-Kondisi-Karantina-dari-Wuhan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
okezone.com
Fan Bing tidak pernah terdengar lagi sejak 9 Februari 2020.

Beijing (SIB)

Dua reporter China yang ingin mengungkapkan “kebenaran” mengenai apa yang terjadi di Wuhan, yang menjadi pusat penyebaran virus corona Covid-19, dilaporkan telah menghilang. Fang Bin dan Chen Qiushi melakukan jurnalisme warga dari Wuhan, berbagi apa yang mereka bisa laporkan mengenai krisis wabah yang terjadi di ibu kota Provinsi Hubei itu kepada dunia. Mereka mem-posting video online, berbagi foto dan kisah dramatis dari dalam kota yang dikarantina itu.

Namun, kini keduanya menghilang, tidak bisa ditemukan. Kanal yang mereka gunakan untuk berbagi video tiba-tiba tak aktif, dan orang-orang yang mengikuti aktivitas mereka di daring khawatir kedua jurnalis itu telah hilang untuk selamanya. Demikian diwartakan BBC, Jumat (14/2).

Fang Bin adalah seorang pengusaha di Wuhan. Dia mulai mem-posting video tentang wabah untuk melaporkan situasi aktual di kota itu dan berjanji untuk berusaha memberikan laporan yang terbaik. Dia telah mengunggah video pertamanya pada 25 Januari 2020, menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN) karena laman berbagi video itu telah diblokir di China.

Beberapa video pertamanya, sebagian besar menampilkannya berkeliling kota dan menunjukkan situasi di tempat yang berbeda, dan hanya ditonton sebanyak sekira 1.000 kali. Namun, sebuah videonya pada 1 Februari lalu yang menampilkan delapan mayat bertumpuk di satu minibus, menjadi viral dan ditonton lebih dari 200.000 pemirsa.

Fang mengklaim bahwa polisi menerobos masuk ke rumahnya pada malam itu dan menginterogasinya tentang videonya. Dia dibawa pergi, diperingatkan, tetapi akhirnya dibebaskan. Tetapi pada 9 Februari lalu, dia mem-posting video 13 detik dengan tulisan "semua orang memberontak - menyerahkan kekuasaan pemerintah kembali kepada rakyat", dan setelah itu tidak pernah terdengar lagi.

Sementara Chen adalah seorang mantan pengacara hak asasi manusia yang beralih menjadi jurnalis video. Dia sudah cukup dikenal di kalangan aktivis, terutama setelah mendapatkan reputasi dengan meliput demonstrasi di Hong Kong tahun lalu.

Chen memiliki akun YouTube yang sekarang memiliki sekitar 400.000 pelanggan. Dia juga memiliki lebih dari 265.000 pengikut di Twitter. Pada akhir Januari 2020, Chen memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Wuhan untuk melaporkan situasi yang memburuk.

Dia telah mengunjungi berbagai rumah sakit di Wuhan, melihat kondisi dan berbicara kepada pasien. Tetapi, pada 7 Februari lalu, sebuah video dibagikan di akun Twitter-nya - yang saat ini dikelola oleh seorang teman. Video itu menampilkan ibu Chen yang mengatakan bahwa putranya telah hilang sehari sebelumnya. Menurut temannya, Xu Xiaodong, Chen telah dikarantina secara paksa.

Hingga saat ini pihak berwenang China belum berkomentar tentang masalah ini. Belum ada pernyataan resmi yang merinci di mana Fang Bin atau Chen Qiushi berada, atau kapan mereka akan muncul jika mereka dimasukkan ke dalam karantina. (okz/f)

Berita Terkait

Luar Negeri

Era Baru AI Phone, 400 Juta Warga Dunia Gunakan Kecerdasan Buatan Samsung

Luar Negeri

Polres Belawan Tangkap Terduga Pengedar Sabu di Kelurahan Tangkahan

Luar Negeri

Henry Jhon Hutagalung Minta Wali Kota Jangan Persempit Ruang Jualan Daging Babi

Luar Negeri

Masyarakat Saribudolok Minta PLN Tidak Memadamkan Listik Selama Ramadan

Luar Negeri

Polres Tanjungbalai Gelar Patroli Asmara subuh

Luar Negeri

Gerakan ASRI dan Arah Baru Kebijakan Lingkungan di Era Prabowo