Demonstran Protes Kebijakan Hong Kong Terkait Kasus Virus Corona

Redaksi - Senin, 17 Februari 2020 23:13 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_4759_Demonstran-Protes-Kebijakan-Hong-Kong-Terkait-Kasus-Virus-Corona.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
liputan6
Robot pengiriman makanan siang di Changsha, provinsi Hunan, China. Dua robot pengiriman dialihfungsikan untuk mengantar makan siang dan makan malam bagi para karyawan di perusahaan yang telah membuka kembali perusahannya. 

Hong Kong (SIB)

Ratusan pengunjuk rasa anti-pemerintah berkumpul di beberapa titik di Hong Kong pada Sabtu (15/2) sebagai aksinya melawan rencana pemerintah yang berpotensi mengubah beberapa bangunan menjadi pusat karantina Virus Corona (COVID-19). Selain itu, mereka juga menuntut penutupan penuh perbatasan China daratan.

Aksi protes yang meningkat di Hong Kong sejak bulan Juni atas kebijakan pemerintahnya dengan China, telah kehilangan intensitas dalam beberapa pekan terakhir lantaran adanya kepanikan terhadap virus yang membuat sebagian besar orang tetap berada di dalam rumah.

Tetapi kemarahan masyarakat kemudian muncul karena penolakan Ketua Eksekutif Carrie Lam untuk benar-benar menutup perbatasan dengan China daratan. Dampaknya, beberapa staf medis juga melakukan mogok kerja dan protes skala kecil di berbagai lokasi.

Dalam unjuk rasa tersebut, ratusan orang berunjuk rasa di lingkungan utara Tai Po dan Tin Shui Wai serta di Aberdeen di pulau Hong Kong, meneriakkan "Bebaskan Hong Kong, Revolusi zaman kita" dan "Klinik Oppose pneumonia". Sebagian besar pengunjuk rasa mengenakan masker bedah dan banyak yang berpakaian serba hitam. Beberapa bangunan di lingkungan itu telah ditetapkan sebagai lokasi karantina yang potensial.

"Pemerintah tidak mendengarkan tuntutan publik tentang penutupan perbatasan sepenuhnya, dan sekarang mereka ingin mendirikan klinik (penanggulangan) epidemi di 18 distrik. Melakukan itu seperti menciptakan lebih banyak luka daripada mencoba menghentikan pendarahan," kata seorang penduduk Tin Shui Wai, Chan Kata Mei-lin.

Tayangan televisi menunjukkan polisi dengan perlengkapan anti huru hara melakukan beberapa penangkapan dan menggunakan semprotan merica di Tin Shui Wai. Tiga minggu yang lalu, sekelompok pengunjuk rasa membakar lobi gedung tempat tinggal yang baru dibangun di Hong Kong yang telah direncanakan oleh pihak berwenang untuk digunakan sebagai fasilitas karantina. Pengunjuk rasa mendorong pemerintah untuk meninggalkan rencana tersebut.

Pemerintah telah menutup sebagian besar titik perbatasan dengan China dan telah membuat karantina wajib bagi siapa pun yang masuk ke kota jika mereka berada di daratan China selama 14 hari terakhir. Namun, Carrie Lam mengatakan penutupan penuh itu "tidak pantas", "tidak praktis" dan "diskriminatif".

Sumbang Rp 1,79 M

Jumlah korban meninggal dunia akibat Virus Corona jenis baru bernama COVID-19 di China daratan mencapai 1.665 orang. Jumlah itu meningkat sebanyak 142 dari satu hari sebelumnya. Untuk membantu pemerintah China menanggulangi wabah Virus Corona, komunitas muslim di Beijing menghimpun dana sebesar 914.070 yuan atau sekitar Rp 1,79 miliar.

Dana sebanyak itu didapat dari masjid, jamaah, dan pengusaha muslim selama 2-12 Februari 2020, demikian laman Qingzhen Guyun, seperti dilansir Antara, Minggu (16/2). Dari jumlah itu, sebanyak 79.640 yuan didapat dari sumbangan para imam dan pengurus masjid. Kemudian 23.610 yuan berasal dari individu umat Islam di Ibu Kota China. Lalu 53.000 yuan dihimpun dari para pengusaha muslim. Selain uang tunai, para pengusaha itu juga menyumbangkan ribuan potong masker.

Asosiasi Islam China (CIA) juga memublikasikan daftar penyumbang melalui laman tersebut secara berkala. "Setiap penyumbang, akan kami beri sertifikat sebagai bentuk ucapan terima kasih," demikian CIA yang berkantor pusat di kawasan muslim Niujie, Beijing, itu.

Hampir seluruh CIA dan pengurus masjid yang tersebar di setiap provinsi di China juga turut berpartisipasi menyumbangkan dana pencegahan dan penanggulangan wabah COVID-19. Para pengusaha restoran halal di Wuhan juga membantu menyuplai makanan dan minuman kepada petugas medis. (liputan6)

Berita Terkait

Luar Negeri

Ramadan Bawa Berkah, Jajanan Pinggir Jalan Diserbu Pembeli

Luar Negeri

Respon cepat, Polres Tanjungbalai Gerak Cepat Salurkan Bantuan Kepada Lansia

Luar Negeri

Sekdakab Tapteng Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Mengatasnamakannya

Luar Negeri

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Luar Negeri

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Luar Negeri

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan