Penembakan Brutal di Gereja di Burkina Faso, 24 Orang Tewas

Redaksi - Rabu, 19 Februari 2020 22:34 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_3435_Penembakan-Brutal-di-Gereja-di-Burkina-Faso--24-Orang-Tewas.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
news.detik.com
Ilustrasi

Sahel (SIB)

Sejumlah pria bersenjata telah melakukan penembakan brutal di sebuah gereja protestan di Burkina Faso utara. Akibatnya 24 orang tewas dan 18 orang terluka. Serangan itu terjadi pada Minggu (17/2) saat pelayanan di gereja berlangsung. Gubernur Sahel, Kolonel Salfo Kabore mengatakan bahwa sekelompok 'teroris bersenjata' menyerang Desa Pansi, Yagha, Sahel. Mereka menyerang penduduk lokal setelah mengidentifikasi mereka dan memisahkan dari mereka yang bukan penduduk. "Korban sementara adalah 24 tewas, termasuk pendeta, 18 terluka dan orang-orang yang diculik," kata Kabore.

Seorang penduduk kota terdekat Sebba mengatakan, penduduk Desa Pansi kemudian melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Mereka lantas membakar gereja setelah menembaki warga sipil tersebut. Para pelaku lantas menculik seorang pastor. Mereka juga mencuri beras dan minyak dari toko setempat, kemudian menculik tiga pemuda untuk membantu membawa seluruh barang-barang tersebut. Seperti diketahui, orang-orang Kristiani dan gereja-gereja di Bukrina Faso utara memang kerap menjadi sasaran para Islamis bersenjata.

Presiden Togo, Faure Gnassingbe pun mengecam penembakan brutal itu. Dalam lawatannya ke utara negara itu menjelang pemilihan presiden Sabtu depan, mengatakan ancaman di wilayah tersebut nyata adanya.

"Ancaman itu nyata dan tekanannya sangat kuat," katanya. "Kami melihat bahwa serangan (di Burkina) semakin mematikan, sayangnya Benin juga menderita, jadi kami merasakan tekanan ini sedikit lebih banyak setiap hari," imbuh Kabore.

Pekan lalu juga terjadi serangan di Yagha. Saat itu pelaku menembak mati seorang pastor senior, dan menculik satu pendeta. Kekerasan kini marak terjadi di Burkina Faso yang semula damai. Menurut data dari Pendataan Lokasi Konflik Bersenjata, sekitar 1.300 warga sipil di negara itu meninggal akibat tindak kekerasan.

Para pelaku tidak hanya menargetkan masyarakat Nasrani, tetapi juga turut membantai warga Muslim yang ada di lokasi serangan. Kelompok bersenjata itu diduga terkait dengan gerakan ISIS Sahara dan organisasi ekstremis lainnya di Afrika. (Detikcom/d)

Berita Terkait

Luar Negeri

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Luar Negeri

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Luar Negeri

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Luar Negeri

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Luar Negeri

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Luar Negeri

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor