PM Israel Berencana Bangun Ribuan Hunian di Yerusalem Timur

Redaksi - Sabtu, 22 Februari 2020 20:39 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_2805_PM-Israel-Berencana-Bangun-Ribuan-Hunian-di-Yerusalem-Timur.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Dan Balilty
PM Israel, Benjamin Netanyahu mengungkap rencana untuk membangun ribuan hunian untuk komunitas Yahudi di Yerusalem timur. 

Tel Aviv (SIB)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan rencana untuk membangun ribuan rumah baru bagi komunitas Yahudi di Yerusalem timur, daerah yang dicaplok dari Palestina. Proyek ini diumumkan dalam waktu kurang dari dua minggu jelang pemilihan umum Israel. "Saya punya berita besar bahwa kami akan menambah 2.200 unit lagu untuk Har Homa," kata Netanyahu dalam sebuah pesan video, Kamis (20/2).

Netanyahu mengatakan ia telah menyetujui pembangunan awal proyek tersebut di tengah penolakan dari berbagai negara dunia. Pada pemerintahan Netanyahu sebelumnya, keberadaan komunitas Har Homa kontroversial saat pertama kali dibangun pada 1997.

Populasi komunitas Har Homa diperkirakan akan tumbuh dari 40 ribu menjadi 50 ribu seiring dengan pembangunan hunian baru.

Selain mengumumkan rencana pembangunan hunian bagi komunitas Har Homa, Netanyahu juga menyatakan telah setuju untuk membangun pemukiman ribuan rumah di Givat Hamatos. Lokasi tersebut berada di Yerusalem Beit Safat yang sebagian besar merupakan daerah Palestina. "Pembangunan hunian baru itu mencakup 3.000 rumah untuk komunitas Yahudi dan 1.000 unit untuk warga Arab di Beit Safata," kata Netanyahu.

Proyek pembangunan di Givat Hamatos merupakan pukulan besar di tengah upaya damai antara Israel dan Palestina. Mengingat keberadaan proyek tersebut bisa mengganggu teritorial antara Betlehem dan Yerusalem timur.

Merunut pada sejarah, Israel merebut kawasan Yerusalem timur dalam Perang Enam Hari di tahun 1967. Sejak saat itu, Israel mencaplok sejumlah kawasan Palestina yang tidak menuai pro kontra dari komunitas internasional.

PBB dan sejumlah negara dunia menganggap pemukiman Yahudi yang berada di Yerusalem timur dn Tepi Barat sebagai proyek ilegal. Netanyahu berusaha untuk mengamankan suara dalam pemilihan umum yang akan berlangsung pada 2 Maret mendatang. (CNNI/c)

Berita Terkait

Luar Negeri

Ramadan Bawa Berkah, Jajanan Pinggir Jalan Diserbu Pembeli

Luar Negeri

Respon cepat, Polres Tanjungbalai Gerak Cepat Salurkan Bantuan Kepada Lansia

Luar Negeri

Sekdakab Tapteng Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Mengatasnamakannya

Luar Negeri

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Luar Negeri

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Luar Negeri

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan