80 Tahun Jadi Raja Tibet, Dalai Lama Masih Hidup Terasing

Redaksi - Senin, 24 Februari 2020 21:15 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_7789_80-Tahun-Jadi-Raja-Tibet--Dalai-Lama-Masih-Hidup-Terasing.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
cnnindonesia.com
Dalai Lama menandai ulang tahun ke-80 penobatannya sebagai pemimpin spiritual Tibet pada Sabtu (22/2).

New Delhi (SIB)

Dalai Lama menandai ulang tahun ke-80 penobatannya sebagai pemimpin spiritual Tibet pada Sabtu (22/2). Namun, lama jabatan itu dirayakannya dalam keterasingan di Kaki Bukit Himalaya, India. China telah mengasingkan Dalai Lama lantaran menganggap pria berusia 84 tahun itu berkeinginan untuk memecah Negeri Tirai Bambu. Bahkan, pria bernama Jetsun Jamphel Ngawang Lobsang Yeshe Tenzin Gyatso itu mendapatkan julukan 'serigala berjubah biksu' oleh China.

Di usia 15 tahun, ia sudah dinobatkan sebagai kepala negara setelah tentara Cina menyerbu Tibet pada 1950. Selama sembilan tahun berikutnya, ia berusaha menjauhkan warga Tibet dari China. Namun, upaya itu gagal ketika China menghancurkan pemberontakan rakyat pada 1959.

Khawatir akan hidupnya, biksu muda itu berjalan melalui wilayah Himalaya ditemani oleh rombongan yang beranggotakan 37 orang, dan menyeberang ke pengasingan di India. Di sana, ia mendirikan pemerintahan di pengasingan dan meluncurkan kampanye untuk merebut kembali Tibet yang secara bertahap berkembang.

Kini, sorotan global yang yang dimilikinya setelah memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada 1989 meredup, bersamaan dengan undangan dari para pemimpin dunia dan bintang-bintang Hollywood.

Pasalnya, usianya yang tak semuda dulu menyulitkannya dalam bepergian, disertai pengaruh ekonomi dan politik China yang terus meningkat. Peringatan ulang tahun dan acara pengajaran yang dijadwalkan untuk Maret tahun ini pun telah dibatalkan lantaran kekhawatiran global yang memuncak akibat virus corona.

Sementara, kabar terkait pengganti Dalai Lama masih belum jelas. Pihaknya belum dapat memastikan adanya penerus atau apakah penerus akan dipublikasi atau dirahasiakan. Diketahui, Dalai Lama ke-14 ini sempat mengumumkan bahwa ia mungkin menjadi pemimpin spiritual Tibet yang terakhir pada 2011.

Ia menyebut masih berusaha untuk mencegah upaya apa pun oleh China untuk menentukan penggantinya secara sepihak. Negosiasi formal dengan Beijing pada 2010 silam juga tak membuahkan hasil yang konkret. Selang setahun, Dalai Lama mengumumkan ia pensiun dari politik, mengakhiri tradisi Tibet selama berabad-abad untuk memberi jalan bagi pemimpin baru yang dipilih oleh warga Tibet. (CNNI/d)

Berita Terkait

Luar Negeri

Gerakan ASRI dan Arah Baru Kebijakan Lingkungan di Era Prabowo

Luar Negeri

Menakar Dampak Kehadiran PT SOL di Tapanuli Utara

Luar Negeri

Ramadan 1447 H, Bupati Labura Bersama Dandim dan Kapolres Kunjungi Masjid Syuhada Desa Silumajang

Luar Negeri

Pastikan Kamtibmas Selama Ramadan, Polisi dan Forkopimcam Razia Gabungan di Teluk Nibung

Luar Negeri

Ipda Ramadhan Hilal Tangkap Warga Pemilik Sabu 5,88 Gram di Aek Kanopan Timur

Luar Negeri

Polresta Deliserdang Gagalkan Peredaran 21 Kg Lebih Sabu, 2 Kurir Ditangkap