Laporan dari AS

Pidato di PBB, Mahasiswa Indonesia Dorong Peran Pemuda di Level Global

- Jumat, 22 Agustus 2014 09:21 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Washington DC (SIB)- Pemuda adalah sumber daya potensial yang perlu dilibatkan dalam proses pembangunan global. Oleh karena itu, dalam merancang dan melaksanakan kebijakan, para pemimpin politik perlu memberikan ruang kepada pemuda untuk mengambil peran yang lebih besar.Demikian disampaikan Gugun Gumilar, mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat, dalam pidatonya di forum International Young Leaders Assembly di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, AS, Selasa (19/8).“Pemuda yang kreatif dan inovatif berada dalam posisi yang lebih baik untuk berkontribusi dalam dialog dan aksi sosial-politik-ekonomi saat ini, khususnya menyangkut pembangunan perdamaian dan percepatan proses Millennium Development Goals (MDGs) yang akan berakhir tahun 2015,” kata Gugun seperti tertulis dalam rilis, Kamis (21/8).Lebih jauh, mahasiswa pascasarjana Hartford University ini mengusulkan agar pemerintah berbagai negara memberikan prioritas pada program pemuda dengan aksi nyata, seperti youth community development. Aksi nyata ini diharapkan dapat lebih mengoptimalkan peran pemuda.“Pemuda seharusnya tidak hanya menjadi ornament bagi pemerintah, tetapi dipertimbangkan secara serius saat merancang kebijakan pembangunan dan dilaksanakan melalui partisipasi pemuda dari mulai desa hingga ke kota,” tutur Gugun.Menurut mahasiswa asal Purwakarta ini, pemuda berada pada posisi yang lebih menguntungkan karena kecakapannya dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam konteks politik, teknologi informasi dan komunikasi ini telah menjadi sarana publik untuk melakukan check and balances terhadap kebijakan pemerintah.“Pemuda dapat secara lebih optimal memanfaatkan teknologi untuk melakukan check and balances dengan memberikan perhatian kepada tata pemerintahan yang baik, transparansi, toleransi dan demokrasi,” kata Gugun.International Young Leaders Assembly adalah ajang tahunan bagi pemuda dari seluruh dunia untuk berbagi pengalaman seputar kepemimpinan dan kewirausahaan. Diikuti oleh 250 peserta dari 80 negara, Gugun yang mewakili Indonesia bersama 3 orang lainnya merupakan 1 dari 9 pembicara pada forum tersebut. Para peserta berasal dari beragam latar belakang, seperti akademisi, aktivis NGO, kalangan bisnis, dan pemerintah. (detikcom/d)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Satu Tahun Berjalan, Program CKG di Kota Medan Capai 96 Persen Sekolah

Luar Negeri

Dinkes Sumut: Anggaran Rp2,7 M untuk Bus Klinik Lapangan, Bukan LC 300 GR Sport

Luar Negeri

Usut Dugaan Suap Impor, KPK Buka Kemungkinan Pemanggilan Gito Huang

Luar Negeri

Tudingan Setoran Fantastis Rp 1 Miliar, Kapolres Bima Kota Jadi Sorotan

Luar Negeri

Mabes Polri Proses Eks Kapolres Bima Kota, Oknum Terlibat Terancam Sanksi

Luar Negeri

Cipta Kondisi di Rantauprapat, Polres Bersama Kodim dan Pemkab Labuhanbatu Patroli Gabungan