Jakarta (SIB)- Fakta menarik yang cenderung aneh terkait Korea Utara (Korut) kembali terungkap. Di negara komunis ini seluruh pekerja seni dan jurnalis di paksa untuk mengidolakan pemimpin tertinggi Korea Utara. Keterangan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Pusat Penulis Korut yang Diasingkan, Do Myourng-Hak. Kesaksian Do diungkapkannya ketika berada di Jakarta, Kamis (21/8)."(Pemerintah Korut) mengarahkan seluruh hasil seni dan tulisan untuk mengidolakan Kim Il-Sung, Kim Jong-Il dan Kim Jong-Un," sebut do. "Semua lembaga media seperti koran, penyiaran, penerbitan tidak dapat menerbitkan hasil karyanya tanpa diperiksa dulu oleh Partai Buruh," tambah dia. Oleh sebab itu, menurut Do, tekanan dan pengendalian secara sistematik membuat para pekerja seni mengeluh. Pasalnya, hal tersebut secara jelas membatasi kreativitas yang mereka miliki. (okz/i)