Kepala HAM PBB Kecam Kelumpuhan Internasional Atas Konflik Suriah

* 12 Ribu Jihadis Asing Datang ke Suriah
- Sabtu, 23 Agustus 2014 12:09 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Washington (SIB)- Konflik Suriah tiada berkesudahan. Lebih dari 191 ribu nyawa telah melayang selama konflik berkepanjangan itu. Kepala HAM PBB Navi Pillay pun mengecam "kelumpuhan internasional" atas konflik yang telah berlangsung lebih dari 3 tahun itu.Pillay mengatakan, korban jiwa mencapai 191.369 orang yang tercatat antara Maret 2011 sejak pergolakan pecah hingga April tahun ini. Namun dikatakan Pillay, angka tersebut kemungkinan berada di bawah angka sebenarnya.Pillay pun menyesalkan kurangnya perhatian dunia internasional atas konflik di Suriah. "Saya sangat menyesalkan bahwa, mengingat terjadinya begitu banyak konflik bersenjata lainnya dalam periode destabilisasi global ini, pertempuran di Suriah dan dampak mengerikannya bagi jutaan warga sipil telah luput dari radar internasional," tutur Pillay seperti dilansir AFP, Jumat (22/8)."Para pembunuh, penghancur dan penyiksa di Suriah telah diberdayakan dan menjadi berani dengan kelumpuhan internasional," cetusnya. Menurut Pillay, kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan diyakini telah terjadi berulang-ulang di Suriah dan Dewan Keamanan PBB gagal membawa kasus Suriah ke Mahkamah Kejahatan Internasional, ICC.Konflik Suriah pecah pada Maret 2011 lalu ketika pasukan keamanan melakukan kekerasan terhadap para demonstran antipemerintah. Dari situ muncullah perlawanan terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad yang terus memakan korban jiwa. 12 Ribu Jihadis Asing Belasan ribu pejuang asing diyakini telah pergi ke Suriah sejak konflik pecah di negeri itu pada Maret 2011. Menurut Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, sekitar 12 ribu jihadis asing dari 50 negara, termasuk Amerika telah ikut bertempur bersama para pemberontak antipemerintah Suriah.Seorang pejabat AS mengatakan, lebih dari 100 warga AS telah pergi atau mencoba pergi ke Suriah untuk melawan pemerintah Suriah. Mereka bergabung dengan kelompok-kelompok radikal termasuk ISIS atau Daulah Islamiyah, yang memerangi rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, dan kini telah masuk ke wilayah Irak."Kami pikir ada sekitar 12.000 pejuang dari setidaknya 50 negara di Suriah -- para pejuang asing, termasuk sejumlah kecil warga Amerika -- yang telah pergi ke Suriah sejak awal konflik," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (22/8). "Mereka mungkin tidak semuanya masih berada di sana," imbuhnya.Sebelumnya, pemerintah AS secara terbuka menyebutkan, para pejuang Barat di Suriah mendatangkan resiko yang sangat berbahaya, khususnya ketika mereka kembali ke negara asal mereka.Pada akhir September mendatang, Presiden AS Barack Obama dijadwalkan menjadi tuan rumah KTT Dewan Keamanan yang akan diikuti para kepala negara lainnya. Pertemuan itu akan fokus membahas ancaman yang ditimbulkan para jihadis asing di Suriah dan Irak. (AFP/dtc/c)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Revitalisasi Rp965 Juta di SMP Negeri 1 Ulugawo Nias Disorot Warga

Luar Negeri

Kasus Keracunan Makanan MBG, BGN Hentikan Sementara SPPG Sidikalang

Luar Negeri

Timbul Jaya H Sibarani: Instruksi Presiden Kumpulkan Video MBG Strategis Baca Dinamika Opini Publik Bukan Emosional

Luar Negeri

Pegawai Pelindo Sibolga Gotong Royong Ciptakan Terminal Penumpang Bersih dan Rapi

Luar Negeri

Pelantikan Pengurus KORMI Sumut, Bobby Nasution Tegaskan Peran Olahraga Bangun Ekonomi

Luar Negeri

Kades Tanjungharap Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Rp100 Juta