Iran Klaim Tembak Pesawat Tanpa Awak Israel

- Senin, 25 Agustus 2014 11:58 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Teheran (SIB)- Pasukan Garda Revolusi Iran mengklaim menembak jatuh pesawat tanpa awak milik Israel yang sedang berusaha terbang mendekati pabrik pengayaan nuklir Iran di Natanz. Pasukan Garda dalam pernyataannya seperti dilansir Associated Press, Minggu (24/8), tidak menyebutkan kapan peristiwa itu terjadi atau bagaimana Iran mengetahui bahwa pesawat tersebut adalah milik Israel. Iran di masa lalu mengklaim menangkap beberapa pesawat tanpa awak milik Amerika. Tahun 2011, Teheran mengaku menangkap pesawat mata-mata milik CIA Sentinel.Klaim Iran tersebut muncul saat Iran tengah bernegosiasi dengan negara-negara kuat atas program nuklirnya dan tekanan dari garis keras kepada Presiden Hassan Rouhani untuk memberikan konsesi sebelum berakhirnya masa batas kemampuan atom. Israel tidak mengesampingkan kemungkinan penggunaan militer terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran jika negara Islam itu mampu membuat senajta atom.Program nuklir Iran telah lama menjadi sasaran mata-mata dan sabotase di masa lalu. Tahun 2010, virus Stuxnet menghentikan operasi ratusan sentrifugas, sebuah komponen penting dalam bahan bakar nuklir di fasilitas pengayaan uranium Natanz. Iran menuding serangan virus tersebut dan virus-virus komputer lainnya merupakan upaya Israel, Amerika dan sekutu-sekutunya untuk menggagalkan program nuklir mereka melalui operasi penyamaran. Iran juga mengklaim menggagalkan upaya peledakan setelah menemukan sebuah bom waktu yang ditanam di sentrifugal dan mengumumkan bahwa mereka kini kebal terhadap serangan cyber.Sementara itu, negara-negara kuat dan Teheran terus bernegosiasi membahas kesepakatan penghentian program nuklir Iran. Kesepakatan yang tercapai November silam hanya mengurangi sanksi sebagai imbalan Iran membatasi pengayaan uraniumnya. Negara-negara Barat kuatir Iran mampu mengembangkan senjata nuklir, suatu tuduhan yang selalu dibantah Teheran dengan menegaskan bahwa program nuklirnya murni demi perdamaian dan bertujuan untuk pembangkit listrik dan penelitian medis. (AP/R15)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Emas Tertahan, IHSG dan Rupiah Melemah Dibayangi Tensi Geopolitik

Luar Negeri

Kalapas Barus Sematkan Tanda Pangkat Baru 2 Pegawai Lulus UPKP

Luar Negeri

Iran–AS Memanas, Harga Emas Berpeluang Tembus Rp 3,4 Juta/gram

Luar Negeri

Outlook Indonesia Jadi Negatif, IHSG dan Rupiah Melemah, Harga Emas Terkoreksi

Luar Negeri

Telkomsel Rotasi Humas, Alif Promosi ke Kantor Pusat Digantikan Natasha

Luar Negeri

Platform ASN Digital Jadi Sorotan BKN untuk Pemkab Taput