Washington (SIB)- Presiden AS Barack Obama memerintahkan sebuah investigasi "kepantasan" militer AS menjual sebagian persenjataannya kepada kepolisian. Demikian dikatakan seorang pejabat tinggi AS, Sabtu (23/8). Perintah itu menyusul kritik masyarakat terkait polisi yang menggunakan persenjataan militer saat menangani kerusuhan di Ferguson, Missouri, yang dipicu penembakan terhadap seorang remaja kulit hitam tak bersenjata oleh seorang polisi.Dalam menghadapi unjuk rasa warga, kepolisian di Ferguson menggunakan kekuatan penuh. Para petugas mengenakan pakaian pelindung lengkap, sementara mobil lapis baja dilengkapi berbagai persenjataan, seperti granat kejut dan senapan serbu. Polisi memiliki persenjataan lengkap seperti itu karena mempunyai akses yang mudah ke peralatan tempur militer. "Obama memerintahkan evaluasi program federal dan pendanaan yang memungkinkan aparat hukum negara bagian membeli peralatan militer," ujar pejabat itu.Evaluasi itu akan mencakup apakah program-program itu memang "pantas", apakah pelatihan untuk menggunakan peralatan militer itu sudah memadai, dan apakah pengawasan pemerintah federal sudah cukup dalam penggunaan persenjataan itu. Investigasi ini akan dipimpin oleh staf Gedung Putih termasuk dewan kebijakan dalam negeri, dewan keamanan nasional, serta kantor manajemen dan anggaran. Sementara suasana tenang pada Jumat malam dan Sabtu pagi waktu setempat menyusul hampir dua pekan kekerasan dan kerusuhan yang pecah di Ferguson. Pasukan Garda Nasional Amerika telah mulai ditarik dari Ferguson hari Jumat. Gubernur Missouri Jay Nixon memerintahkan penarikan Pasukan Garda Nasional karena situasi "telah sangat membaik dengan lebih sedikit insiden yang dipicu penghasut luar yang mengacaukan para pemrotes damai, dan lebih sedikit tindak kekerasan."Demonstrasi terkonsentrasi di jalan di mana Michael Brown yang berusia 18 tahun tewas ditembak pada 9 Agustus. Pihak kepolisian mengatakan, Brown dan polisi Darren Wilson terlibat argumentasi, namun para para saksi mengatakan penembakan itu terjadi bukan karena diprovokasi. Wilson sedang cuti, sementara keluarga Brown dan para pendukungnya menyerukan penangkapannya. Pemakaman Michael Brown—remaja yang tewas ditembak polisi—akan dilakukan pada Senin (25/8). Upacara pemakaman ini bisa menjadi titik awal unjuk rasa baru yang menuntut sang polisi, Darren Wilson, diseret ke pengadilan. (VoA/d)