Kasus Kerusuhan di Ferguson, Polisi Gunakan Persenjataan Militer

- Senin, 25 Agustus 2014 12:02 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Washington (SIB)- Presiden AS Barack Obama memerintahkan sebuah investigasi "kepantasan" militer AS menjual sebagian persenjataannya kepada kepolisian. Demikian dikatakan seorang pejabat tinggi AS, Sabtu (23/8). Perintah itu menyusul kritik masyarakat terkait polisi yang menggunakan persenjataan militer saat menangani kerusuhan di Ferguson, Missouri, yang dipicu penembakan terhadap seorang remaja kulit hitam tak bersenjata oleh seorang polisi.Dalam menghadapi unjuk rasa warga, kepolisian di Ferguson menggunakan kekuatan penuh. Para petugas mengenakan pakaian pelindung lengkap, sementara mobil lapis baja dilengkapi berbagai persenjataan, seperti granat kejut dan senapan serbu. Polisi memiliki persenjataan lengkap seperti itu karena mempunyai akses yang mudah ke peralatan tempur militer. "Obama memerintahkan evaluasi program federal dan pendanaan yang memungkinkan aparat hukum negara bagian membeli peralatan militer," ujar pejabat itu.Evaluasi itu akan mencakup apakah program-program itu memang "pantas", apakah pelatihan untuk menggunakan peralatan militer itu sudah memadai, dan apakah pengawasan pemerintah federal sudah cukup dalam penggunaan persenjataan itu. Investigasi ini akan dipimpin oleh staf Gedung Putih termasuk dewan kebijakan dalam negeri, dewan keamanan nasional, serta kantor manajemen dan anggaran. Sementara suasana tenang pada Jumat malam dan Sabtu pagi waktu setempat menyusul hampir dua pekan kekerasan dan kerusuhan yang pecah di Ferguson.  Pasukan Garda Nasional Amerika telah mulai ditarik dari Ferguson hari Jumat. Gubernur Missouri Jay Nixon memerintahkan penarikan Pasukan Garda Nasional karena situasi "telah sangat membaik dengan lebih sedikit insiden yang dipicu penghasut luar yang mengacaukan para pemrotes damai, dan lebih sedikit tindak kekerasan."Demonstrasi terkonsentrasi di jalan di mana Michael Brown yang berusia 18 tahun tewas ditembak pada 9 Agustus. Pihak kepolisian mengatakan, Brown dan polisi Darren Wilson terlibat argumentasi, namun para para saksi mengatakan penembakan itu terjadi bukan karena diprovokasi. Wilson sedang cuti, sementara keluarga Brown dan para pendukungnya menyerukan penangkapannya.  Pemakaman Michael Brown—remaja yang tewas ditembak polisi—akan dilakukan pada Senin (25/8). Upacara pemakaman ini bisa menjadi titik awal unjuk rasa baru yang menuntut sang polisi, Darren Wilson, diseret ke pengadilan. (VoA/d)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Polrestabes Medan: Percut Sei Tuan Tertinggi Kasus Judi dalam 100 Hari

Luar Negeri

Polres Tanah Karo Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Cafe Bravo SGR, Peragakan 24 Adegan

Luar Negeri

Polrestabes Medan Ringkus 10 Tersangka Penyelewengan BBM Subsidi, 3 Operator SPBU

Luar Negeri

17 Personel Polres Tanah Karo Terima Penghargaan atas Pengungkapan 7 Kasus Pembunuhan

Luar Negeri

Doli Kurnia Tandjung Kecam Dugaan Pedofilia di Kebun Sei Kopas Asahan

Luar Negeri

Wakapolres Tanjungbalai Minta Genjot Penyelesaian Kasus