Palestina Luncurkan Radio Bahasa Indonesia

* Israel Hancurkan Kantor Kementerian Dalam Negeri Hamas
- Senin, 25 Agustus 2014 12:14 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib_Palestina-Luncurkan-Radio-Bahasa-Indonesia.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/AP Photo/Khalil Hamra
Asap mengepul dari apartemen Al-Zafer berlantai 12 di Kota Gaza yang hancur menyusul serangan udara militer Israel, Minggu (24/8). Warga Gaza meluncurkan radio dalam dua bahasa yakni Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia untuk lebih menyebarluaskan informasi s
Gaza (SIB)- Serangan militer Israel ke wilayah Gaza Palestina sampai saat ini masih belum berakhir. Jumlah korban tewas dari masyarakat Palestina sudah menembus angka 2 ribu orang. Untuk lebih menyebarluaskan informasi sebenarnya tentang situasi terkini di sana, warga Gaza meluncurkan radio streaming. Uniknya, radio ini disiarkan dalam dua bahasa, yakni Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia. Dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (23/8) malam, Kepala Darul Quran (Daqu) Indonesia di Gaza, Abdillah Onim mengatakan radio bernama Radio Suara Palestina itu menyuguhkan berita utama tentang kondisi terkini di Palestina, khususnya di Gaza.  "Radio berbahasa Indonesia berhasil diluncurkan di Gaza dan disiarkan langsung ke Indonesia. Tentu menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Arab," ujar Onim. Onim mengatakan radio tersebut masih berbentuk streaming, dan dapat diakses di http://suarapal.net. Agresi Israel ke wilayah Gaza sudah memasuki hari ke 48. Hingga kini, Onim mengatakan, Israel masih membombardir seluruh wilayah Gaza. Total korban tewas dari pihak Palestina sudah mencapai 2.102 orang yang didominasi wanita dan anak-anak. Sementara korban luka sudah mencapai 10.630 orang. Serangan roket kembali menyasar Israel. Rudal datang dari Suriah dan menghantam sebagian wilayah Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel. Menurut keterangan Badan Militer Israel, serangan tersebut terjadi pada Minggu (24/8) dini hari tadi, waktu setempat. Tak ada korban jiwa akibat gempuran ini."Setidaknya ada 5 roket yang menghujani Golan di lokasi yang berbeda," ujar juru bicara (jubir) Militer Israel, seperti dimuat Al-Arabiya. Jubir wanita itu menjelaskan hingga kini belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas serangan roket tersebut. Menurut dia, Israel tak akan membalas serangan. Dataran Tinggi Golan terletak di perbatasan Israel dan Suriah. Dua per tiga wilayah Golan bagian barat dikuasai Israel. Sedangkan seluruh kawasan timur Golan "dipegang" Suriah.Serangan roket baru-baru ini juga datang dari Lebanon mengenai Kota Akko, Israel bagian utara. Belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas serangan pada Sabtu 23 Agustus kemarin itu. Akan tetapi, sejak pertengahan Juli 2014 lalu, terhitung sudah 9 roket dari Lebanon menyerang Israel. Roket-roket ini menghujam Israel di tengah konflik negeri zionis dengan Hamas Palestina. Diduga kuat, serangan roket itu merupakan aksi solidaritas negara tetangga untuk membantu Hamas.Dalam perkembangan terbaru dilaporkan serangan udara Israel menghancurkan sebuah gedung di wilayah Rafah. Serangan tersebut juga menghancurkan kantor Kementerian Dalam Negeri Hamas. Pihak kepolisian mengatakan, lantai tujuh gedung tersebut  merupakan kantor Kementerian Dalam Negeri Hamas.Akibat serangan tersebut setidaknya tujuh orang mengalami luka berat. Saat ini, gedung yang diisi juga puluhan toko telah rata dengan tanah. Sejauh ini belum ada korban tewas yang dilaporkan akibat serangan tersebut.Serangan ini hanya selang beberapa jam setelah Israel menghancurkan sebuah apartemen 12 lantai yang ada di Kota Gaza. Israel menjelaskan serangan tersebut dilancarkan untuk menargetkan kamar yang dipakai oleh Hamas. Sekjen PBB Ban Ki-moon mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk kembali meredakan ketegangan di Gaza. Mengingat pertempuran antara Hamas dan Israel kembali menelan jiwa. Desakan tersebut disampaikan Ban melalui panggilan telepon kepada Nentanyahu pada Sabtu 23 Agustus 2014. Upaya ini dilakukan sebagai hasil usaha dari konsultasi dengan para pemimpin internasional dan regional untuk mengatasi situasi di Gaza.Juru bicara PBB mengatakan, Ban mendesak PM Israel untuk kembali menenangkan dan mendorong untuk mengambil langkah-langkah yang difasilitasi oleh Mesir. “Ban menekankan pentingnya bagi para pihak untuk membangun gencatan senjata permanen dengan maksud untuk dimulainya kembali perundingan yang berarti pada solusi dua-negara,” tambahnya. Selain itu, Ban juga menegaskan bahwa PBB siap mendukung perjanjian yang hendak dicapai oleh kedua belah pihak yang terkait. Seperti diketahui, situasi di Gaza kembali memanas pada pekan ini. Hal itu dipicu atas serangan roket yang diluncurkan dari Gaza ke Israel. (Detikcom/c)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Gaza Kembali Dibombardir, 12 Tewas Jelang Pembukaan Perbatasan Rafah

Luar Negeri

Prabowo Optimistis Dewan Perdamaian Dorong Perdamaian Gaza

Luar Negeri

HKBP Keluarkan Pernyataan Sikap soal Konflik Israel-Palestina, Tolak Segala Bentuk Kekerasan

Luar Negeri

Ijeck Bangga Presiden Prabowo Berperan Aktif Wujudkan Perdamaian di Gaza

Luar Negeri

Abbas Kecam Serangan Hamas 7 Oktober, Tegaskan Tidak Akan Tinggalkan Palestina

Luar Negeri

Paus Leo XIV Kecam Pemindahan Paksa Warga Palestina di Gaza