Gereja dan Rumah Sakit Dibombardir, 5 Warga Ukraina Timur Tewas

* Poroshenko: Ancaman Militer Masih Terjadi di Ukraina di Masa Depan
- Selasa, 26 Agustus 2014 11:16 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib_Gereja-dan-Rumah-Sakit-Dibombardir--5-Warga-Ukraina-Timur-Tewas.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Sib/Rtr
Anggota separatis bersenjata pro Rusia mengawal para tahanan perang Ukraina (barisan kiri) saat digiring melewati satu jalan di pusat kota Domestik, Minggu (24/8) waktu setempat. Sebanyak 5 warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan terhadap satu gereja
Kiev (SIB)- Konflik yang melanda Ukraina timur terus berlanjut. Satu gereja dan rumah sakit setempat dibombardir hingga menewaskan lima warga sipil. Tragisnya, tiga korban tewas di antaranya merupakan jemaat yang menghadiri kebaktian di gereja tersebut. Sedangkan dua korban tewas lainnya berasal dari rumah sakit.Insiden ini terjadi di wilayah Kirovske, Donetsk yang memang dikuasai oleh separatis pro-Rusia, pada Sabtu (23/8) waktu setempat. Belum diketahui pihak yang bertanggung jawab atas serangan ini."Gereja tersebut (di Kirovske) benar-benar hancur total, tiga orang tewas," demikian pernyataan pihak Gereja Ortodoks Ukraina seperti dilansir AFP, Senin (25/8). "Bom dari serangan yang sama mengenai satu rumah sakit, menewaskan dua orang," demikian disampaikan.Sementara itu, serangan yang terjadi pada Minggu (24/8), mengenai salah satu rumah sakit terbesar di Donetsk. Serangan ini membuat para pasien dan staf rumah sakit kocar-kacir dan bersembunyi di ruang bawah tanah. Presiden Ukraina Petro Poroshenko pada Minggu mengatakan negaranya akan tetap berada dalam ancaman militer pada masa depan. Poroshenko mengumumkan anggaran tiga miliar dolar AS untuk melengkapi peralatan militer pada tahun 2015-2017."Jelas diduga bahwa pada masa depan, ancaman militer  tetap ada terhadap Ukraina. Dan kita perlu belajar tidak hanya tetap menerima ini, tetapi juga selalu siap untuk membela kemerdekaan negara kita," kata Poroshenko. Politik Solusi Tunggal untuk UkrainaSementara itu, Kanselir Jerman, Angela Merkel, menegaskan bahwa tidak ada solusi lain untuk krisis Ukraina selain politik. "Saya sangat percaya bahwa hanya solusi politik yang mungkin bagi Uni Eropa, tetapi juga Jerman ingin membantu dan juga harus membantu," ujarnya. "Tidak akan ada solusi militer untuk mengatasi konflik ini. Itulah mengapa pembicaraan politik mutlak diperlukan," kata Merkel dalam satu wawancara dengan televisi ARD Jerman.Pembicaraan-pembicaraan mendatang antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Petro Poroshenko di Minsk tidak mungkin untuk memberikan terobosan yang akan menyelesaikan krisis di Ukraina, tetapi pertemuan itu penting, kata Merkel sehari setelah kunjungan resminya ke Kiev."Selalu ada dua sisi konflik apapun sehingga itu baik jika Presiden Rusia [Vladimir] Putin bertemu dengan Presiden Ukraina [Petro] Poroshenko Selasa.  "Kunjungan saya ke Kiev adalah persiapan untuk pertemuan tersebut, yang tentu saja tidak akan menghasilkan terobosan, tetapi Anda harus berbicara dengan satu sama lain jika Anda ingin menemukan solusi," kata Merkel menyimpulkan.Putin dijadwalkan untuk bertemu dengan Poroshenko di ibu kota Belarusia, Minsk, pada 26 Agustus. Pertemuan ini juga akan mencakup para pemimpin puncak Uni Eropa dan Uni Bea Cukai. Menurut layanan pers Poroshenko, pertemuan akan membahas sejumlah isu politik dan ekonomi yang mendesak, termasuk stabilisasi situasi di wilayah timur Ukraina.Sejak pertengahan April, pihak berwenang Kiev telah melakukan operasi militer di Ukraina timur untuk menindak para pendukung kemerdekaan yang menolak mengakui legitimasi pemerintahan baru. Lebih dari 2.000 orang telah tewas dan lebih dari 5.000 terluka sejak awal ofensif Kiev, kata PBB. (AFP/dtc/Ant/i)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya Salurkan Bantuan ke Jemaat Gereja di Sibolga dan Tapteng

Luar Negeri

Kantor Pertanahan ATR/BPN Labuhanbatu Dorong Gereja Lindungi Aset dengan Sertipikat Elektronik

Luar Negeri

SMPN 013 Sibuntuon Parpea Terima Kunjungan Tim Korea Lewat Indonesia Visiontrip

Luar Negeri

HKBP Paparkan Capaian Strategis 2026

Luar Negeri

Para Pendeta, Guru Huria dan Sintua Ngadu ke DPRD SU Tidak Lagi Pake Jubah di Kebaktian Minggu

Luar Negeri

Pastor Paroki St Josep Tebingginggi Minta Siswa Beragama Katolik Mendapat Pendidikan Agama dari Guru Seiman