ISIS Takut Perempuan, Kurdi Siapkan Tentara Wanita

* AS dan 7 Negara Eropa akan Persenjatai Kurdi di Irak, * Aparat Keamanan Saudi Tangkap Tim Perekrut ISIS
- Kamis, 28 Agustus 2014 10:51 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Baghdad (SIB)- Kelompok militan ISIS terkenal sangat kejam. Mereka tidak segan-segan untuk membunuh pria dewasa atau anak-anak. Namun, kelompok ini dikabarkan takut terhadap wanita. Pasukan Keamanan Kurdi menyiapkan tentara wanita untuk melawan ISIS.Kelompok yang sekarang dikenal dengan Negara Islam ini sangat takut terhadap perempuan tentara Kurdi. Pasalnya, satu keyakinan fanatik yang mengatakan mereka tidak akan masuk surga jika mereka mati di tangan seorang perempuan bersenjata. Meninggal di tangan wanita bersenjata merupakan sebuah hal yang memalukan untuk setiap anggota ISIS. “Para jihad tidak suka bertarung melawan wanita karena jika mereka membunuh wanita, mereka berpikir tidak akan masuk ke surga,” demikian pernyataan, The Wall Street Journal, Rabu (27/8).The Wall Street Journal melaporkan banyak sekali wanita Kurdi yang memutuskan untuk bergabung dengan militer dan fokus untuk bertarung melawan ISIS. Mereka berperang bersama pejuang pria. Tentara wanita Kurdi ini mencari perempuan non Muslim yang diculik oleh ISIS. Tercatat, ada 3.000 wanita non muslim yang telah diculik.Dari Washington dilaporkan Menteri Pertahanan Amerika Chuck Hagel mengatakan tujuh negara Eropa telah setuju bergabung dengan Amerika untuk memasok senjata bagi pasukan Kurdi yang berjuang melawan ekstremis ISIS di Irak utara. Pernyataan Pentagon hari Selasa (26/8) mengatakan Inggris, Kanada, Albania dan Kroasia akan bergabung dengan Denmark, Italia dan Perancis dalam menyediakan senjata dan peralatan “yang sangat diperlukan” bagi warga Kurdi.Pelaku jihad ISIS menguasai wilayah luas di Irak utara dan barat sejak Juni lalu. Awal bulan ini mereka mendesak mundur pasukan Kurdi ke ibukota mereka Irbil. Juga pada hari Selasa pemimpin Kurdi Massoud Barzani, presiden wilayah semi otonomi Kurdi di Irak, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif. Barzani yang berbicara di Arbil didampingi diplomat Iran itu mengatakan Iran adalah negara pertama yang memberi bantuan militer kepada pejuang Kurdi sejak ISIS melancarkan serangan.Amerika juga menegaskan tidak akan berkordinasi dengan pemerintah Suriah terkait pengerahan pesawat mata-mata untuk mengintai keberadaan para militan ISIS atau Daulah Islamiyah. Sejumlah sumber mengatakan  pesawat-pesawat tak berawak telah terlihat di wilayah udara Suriah.Sementara kelompok HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights mengatakan, pesawat mata-mata non-Suriah pada Senin, 25 Agustus telah melakukan pengintaian posisi-posisi ISIS di provinsi Deir Ezzor, Suriah timur. Seorang pejabat AS mengatakan, pengintaian ini sebagai persiapan atas kemungkinan serangan udara AS terhadap posisi-posisi ISIS, seperti yang dilakukan AS di Irak.Sebelumnya, Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan pihaknya bersedia bekerja sama dengan komunitas internasional, termasuk Washington, dalam memerangi para jihadis ISIS. Namun pejabat-pejabat Amerika mengatakan, mereka tidak berencana untuk berkoordinasi dengan Suriah mengenai hal tersebut. Meskipun pemerintah Suriah telah menegaskan, setiap aksi militer di tanah airnya harus dibicarakan lebih dulu. "Tak ada rencana untuk berkoordinasi dengan rezim Assad sementara kami menganggap ini ancaman teror," tandas juru bicara Gedung Putih Josh Earnest.Tangkap Perekrut ISISSementara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan, aparat keamanan negeri menangkap delapan orang yang merekrut para pemuda untuk menjadi anggota "kelompok ekstremis luar negeri". Kepada stasiun televisi Al Arabiya, Kemendagri Arab Saudi mengatakan para pemuda itu direkrut untuk menjadi anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)."Aparat keamanan menggelar sebuah operasi yang berhasil menangkap delapan orang warga Saudi yang terlibat dalam perekrutan para pemuda untuk bergabung dengan kelompok ekstremis," demikian pernyataan Kemendagri Arab Saudi yang dilansir kantor berita Saudi Press Agency (SPA).Selama ini Arab Saudi selalu bertindak tegas terhadap kelompok-kelompok militan yang ketahuan beroperasi di wilayah kerajaan itu. Aparat Saudi juga telah menangkap banyak sel ektremis yang memiliki jaringan dengan kelompok serupa di berbagai negara Arab.Pada Mei, pemerintah Arab Saudi mengklaim telah berhasil menghancurkan sebuah organisasi teroris besar yang terkait dengan elemen-elemen ekstremis di Suriah dan Yaman yang berencana menyerang fasilitas milik pemerintah dan kepentingan asing.Sebelumnya pada Maret, Kementerian Dalam Negeri merilis daftar kelompok teroris termasuk di dalamnya Ikhwanul Muslimin. Front al-Nusra dan ISIS. Dalam daftar itu juga termasuk sebuah kelompok militan yang kurang dikenal yaitua Hezbollah Saudi dan pemberontak Syaih Houthi yang beroperasi di negeri tetangga, Yaman. (Detikcom/okz)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Krisis Air Bersih Hantui Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang, PT Rapala Beri Perhatian Serius

Luar Negeri

Gelombang Protes Meluas di Iran: 36 Orang Tewas, Mossad Serukan Turun ke Jalan

Luar Negeri

12 Ribu Pelanggan PDAM Tirtanadi Padangsidimpuan Masih Krisis Air Minum

Luar Negeri

Krisis Air di Taput Picu Ledakan Keluhan Warga, Direktur PDAM Disorot

Luar Negeri

DPRD Sumut Desak Pertamina Jelaskan Krisis Antrean BBM di Medan dan Daerah

Luar Negeri

Krisis BBM Hambat Perbaikan Pipa, 12 Ribu Pelanggan PDAM Padangsidimpuan Kekurangan Air