PM Pakistan Tolak Mengundurkan Diri

- Kamis, 28 Agustus 2014 10:52 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Islamabad (SIB)- Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif, Rabu (27/8), menolak tunduk pada tuntutan pengunjukrasa untuk mundur, dan menegaskan penentangannya itu dalam pidato pertama sejak terjadi krisis dua pekan lalu. Nawaz Sharif mengatakan kepada parlemen bahwa pemerintahannya tidak akan keluar jalur karena unjukrasa yang dipimpin oleh mantan pemain cricket Imran Khan dan ulama ternama Tahir-ul-Qadri.Ribuan pengikut Khan dan Qadri berkemah di luar gedung parlemen sejak 15 Agustus menuntut Sharif mundur, dan mengklaim adanya kecurangan dalam pemilu yang membawanya ke tampuk pimpinan tahun lalu. Krisis tersebut mengguncang pemerintahan Sharif selama 15 bulan pertama dalam 5 tahun periode kepemimpinannya dan memicu munculnya isu bahwa tentara akan campur tangan untuk mengatasi masalah -- dan dengan demikian bisa meletakkan pemerintahan terpilih dibawah arahannya.Di negara yang telah mengalami tiga kali kudeta itu, ancaman campur tangan militer membayangi setiap krisis politik. Namun Sharif mengatakan kepada parlemen bahwa pemerintahan Pakistan Muslim League-N (PML-N) akan tetap berjalan sesuai arah."Kami tidak akan dilencengkan oleh hal-hal semacam ini. Perjalanan bagi supremasi hukum dan konstitusi di Pakistan akan terus berlanjut dengan keyakinan penuh dan atas kehendak Tuhan tidak akan ada gangguan," ujarnya. Ia mengatakan rencana untuk mendorong perekonomian Pakistan yang ambruk melalui proyek-proyek pembangunan utama dan infrastruktur -- kunci dalam manifesto PML-N -- akan berlanjut.Khan menuding terjadi kecurangan masif dalam pemilu yang digelar Mei 2013, meskipun para pengamat internasional mengatakan bahwa pemungutan suara berjalan bebas dan adil. Tak lama sebelum Khan dan Qadri memulai protes mereka dengan melakukan long march dari kota Lahore di timur, Sharif mengumumkan pembentukan komisi yudisial untuk menyelidiki klaim curang di beberapa kursi, namun Khan menolak tawaran itu.Pemerintah juga telah membentuk komite parlemen untuk memantau reformasi pemilu dan Sharif mendesak partai yang dipimpin Khan, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) untuk mendukung. "Kami ingin melakukan reformasi di semua bidang karena kami harus memikirkan masa depan generasi kami dan menemukan jalan untuk membawa negara ini menuju kemajuan," imbuh dia.Unjuk rasa di Islamabad sejauh ini berjalan damai dengan pasukan keamanan --dikerahkan di sejumlah tempat di ibukota-- mengambil pendekatan untuk tidak menyentuh para pengunjuk rasa. Upaya-upaya untuk menemukan jalan keluar untuk mengakhiri krisis tidak banyak membawa hasil, dan Khan bertahan pada tuntutannya agar Sharif mundur. Sharif bertemu dengan Panglima Angkatan Bersenjata Jendral Raheel Sharif dan mengeluarkan pernyataan bahwa mereka sepakat untuk mengakhiri pertikaian itu dengan segera. (Ant/AFP/i)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Pratikno Tinjau Banjir Tukka, Pemerintah Targetkan Pemulihan Dipercepat

Luar Negeri

Jelang Ramadan, Pemerintah dan Bulog Gelar GPM Serentak di 29 Titik se-Sumut

Luar Negeri

PLN UID Sumut Gelar Donor Darah dan Mini MCU Peringati Bulan K3 Nasional 2026

Luar Negeri

166 Rumah MBR Segera Dibangun di Tanjungbalai

Luar Negeri

15 Anak KAKR GBKP Kemenangan Tani Tuntaskan Bible Reading 2025

Luar Negeri

Badai Dahsyat Leonardo Datang, Iberia Bersiap Hadapi Bencana Besar