Bos IMF Dituduh Terlibat Korupsi

- Kamis, 28 Agustus 2014 10:53 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Paris (SIB)- Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde, Rabu (27/8), mengatakan, dirinya dituduh telah melakukan "pengabaian" terkait kasus korupsi jutaan euro pada masa dirinya menjadi menteri keuangan Perancis pada 2008.Dalam komentarnya kepada AFP, Lagarde mengatakan, dia tidak berencana untuk mundur dari jabatannya terkait tuduhan itu. "Saya kembali ke Washington di mana saya akan memberikan taklimat kepada dewan direksi IMF," kata Lagarde.Pengumuman mengejutkan ini muncul setelah setelah pada Selasa (26/8), Lagarde menghadiri sidang keempat di sebuah pengadilan khusus di Paris yang menyelidiki kasus kesalahan kementerian ini. Kasus ini terkait penanganan Lagarde terhadap uang sebesar 400 juta euro atau sekitar Rp 6,1 triliun yang dibayarkan Pemerintah Perancis kepada taipan Bernard Tapie pada 2008, terkait sengketa dengan Bank Credit Lyonnais.Sejauh ini Lagarde selalu membantah dirinya melakukan kesalahan dan pernyataan itu diulanginya kembali. "Saya sudah meminta kuasa hukum untuk melakukan banding atas keputusan di mana saya tidak mengambil keuntungan sedikit pun," ujarnya.Sejak Maret lalu, Kejaksaan Perancis mengusut Lagarde (57) lantaran dia dinilai mengambil kebijakan yang merugikan keuangan negara. Pengusutan dipusatkan pada langkah Lagarde pada 2007. Saat itu Bernard Tapie bersengketa dengan bank BUMN milik Pemerintah Perancis, Credit Lyonnais, yang sebelumnya diminta Tapie untuk menjual Adidas karena dia tak mampu membayar utang.Tapie menuding Credit Lyonnais menjual Adidas terlalu murah sehingga dia menuntut kompensasi dari Pemerintah Perancis selaku pemegang saham bank tersebut. Atas sengketa itu, Christine Lagarde yang saat itu menjadi Menteri Keuangan Perancis meminta agar panel hakim membawa persoalan ini ke pengadilan arbitrase, yang pada akhirnya arbitrase memenangkan Tapie.Akibatnya, Pemerintah Perancis membayar 400 juta euro kepada Tapie. Pada saat itu sebenarnya sudah muncul peringatan Pemerintah Perancis tidak perlu membayar kepada Tapie, dan cukup Credit Lyonais yang menanggungnya. Namun, Lagarde bergeming dan tetap memberikan kompensasi yang dituntut Tapie. Diduga, keputusan Lagarde itu terkait dengan upaya balas jasa terhadap Bernard Tapie yang memberikan dukungan kepada Nicolas Sarkozy dalam pemilu Perancis 2007.Selama ini Bernard Tapie juga terkenal dengan reputasi sebagai politikus dan pebisnis kontroversial. Saat dia menjabat sebagai presiden klub sepak bola Olympique de Marseille, dia pernah dipenjara karena terlibat pengaturan skor pertandingan. (BBC/kps/i)


Tag:
BOS

Berita Terkait

Luar Negeri

Bupati Deliserdang Ingatkan, Jika Ada Permintaan Uang untuk Jabatan Kepsek Segera Laporkan

Luar Negeri

Guru di SMA Negeri 1 Gidö Nias Laporkan Dugaan Pungli Pengurusan NUPTK

Luar Negeri

Anggaran BOS SD Negeri 077786 Tuhembaruzo Nyaris Rp600 Juta, Realisasi Dipertanyakan Sejak 2021

Luar Negeri

Dana BOS Rp870 Juta di SMPN 1 Idanogawo Disorot, Aktivis Minta Kejari Telusuri

Luar Negeri

Dana Bos Capai Rp 870 Juta, Kasek SMPN 1 Idanogawo Nias Persilahkan Ditelusuri

Luar Negeri

Kasus Dana BOS: Bendahara dan Dua Operator MAS di Sunggal Resmi Ditahan Cabjari Deliserdang