Baghdad (SIB)- Pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah Abu Bakr al-Baghdadi menawarkan "subsidi" untuk para anggotanya yang ingin menikah. Demikian dilaporkan Lembaga Pengawas HAM Suriah, Jumat (29/8). Subsidi pernikahan yang diberikan itu termasuk rumah gratis dan uang sebesar 1.200 dolar AS atau lebih dari Rp 14 juta. Demikian dikabarkan Al Arabiya News Channel. Pada Juli, ISIS membuka "biro pernikahan" untuk para perempuan yang ingin menikahi para anggota organisasi itu yang di wilayah Irak dan Suriah yang mereka kuasai.Kantor biro pernikahan ISIS itu berpusat di Al-Bab, sebuah kota di provinsi Aleppo, Suriah utara. Lembaga pengamat HAM Suriah mengutip keterangan warga mengatakan perempuan yang berminat untuk menikah harus memberikan nama dan alamatnya.Selanjutnya, para pejuang ISIS nanti akan mengetuk rumah para perempuan itu untuk secara resmi melamar mereka. Para penduduk kota Baiji, yang diduduki ISIS, mengatakan mereka berupaya keras untuk menyembunyikan para gadis yang belum menikah agar tak dinikahi para anggota ISIS. Para penduduk mengatakan puncak ketakutan mereka adalah ketika para pejuang ISIS mendatangi tiap rumah dan menanyakan jumlah perempuan yang sudah dan belum menikah."Mereka mengatakan banyak mujahidin yang belum menikah dan menginginkan seorang istri. Mereka memaksa masuk ke dalam rumah dan melitah kartu identitas (yang di Irak mencantumkan status pernikahan)," ujar seorang perempuan seperti dikutip harian Independent.Saat ini ISIS menguasai utara Irak dan terus menancapkan kekuasaannya di Suriah. Sejauh ini belum diketahui jumlah anggotanya. Kelompok pemantau Observatorium Hak Asasi Suriah pada Juli lalu mencatat ada enam ribu orang yang bergabung dengan ISIS. “Bulan Juli merupakan perekrutan terbesar sejak kelompok ini muncul di Suriah pada 2013 dengan lebih dari enam ribu pejuang baru,†kata Rami Abdel Rahman, direktur kelompok pemantau yang berbasis di Inggris.Rahman mengatakan perekrutan yang terjadi di Suriah ini saja melibatkan lebih dari seribu pejuang dari negara lain, seperti Cek, Cina, Eropa, dan negara-negara Arab. Sebagian besar dari mereka memasuki Suriah melalui Turki. Tak hanya pejuang baru, sekitar 200 jihadis berasal dari kelompok al-Nusra yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Mereka membelot dan memilih bergabung dengan ISIS.Keberhasilan Baghdadi, yang dikenal sebagai komandan medan perang yang memiliki analisis dan taktik yang hebat, membuat banyak militan lebih tertarik bergabung dengan ISIS dibandingkan dengan Al-Qaeda. Hisham al-Hashimi, pakar keamanan terkemuka di Irak, memperkirakan kelompok ini tumbuh mencapai 100 ribu orang dengan perkiraan 20-50 ribu jihadis asing termasuk di dalamnya.Lalu dari mana persenjataan yang dimiliki ISIS?. Meski baru terbentuk pada 2003 dan muncul di Suriah pada 2013, kekuasaan garis keras Sunni ini telah mencapai wilayah yang hampir seluas Inggris. Kemampuan itu tak lepas dari sejumlah alat utama sistem persenjataan atau alutsista militer yang terus menyokong sekitar 100 ribu jihadis ISIS. ISIS mengandalkan peralatan senjata hasil rampasan perang seperti Tank-55 dan Tank-72 buatan Uni Soviet. ISIS diperkirakan memiliki sekitar 30 tank T-55 dan sekitar 5-10 tank T-72 yang dilengkapi dengan mesin sekunder dan senapan anti-pesawat. ISIS juga memiliki Humvee buatan Amerika Serikat yang direbut saat menyerbu Mosul. Humvee diberikan AS untuk Angkatan Darat Irak. Kendaraan ini memungkinkan gerakan cepat dan efektif di medan yang kasar.Meskipun ISIS tidak memiliki senjata pilihan, AK-47 telah menjadi serangan standar. Senapan ini relatif murah, memiliki daya tahan yang baik, mudah digunakan, mudah didapat, dan memiliki daya bunuh tinggi. Untuk melawan tank, ISIS memiliki peluncur Roket Osa M79 dan peluncur Granat RBG-6.Untuk menghadapi serangan daru udara, ISIS memiliki FIM-92 Stinger MANPAD, senjata ringan yang bisa dipanggul dibahu. MANPADS sangat efektif untuk menghancurkan helikopter dan pesawat. Pada 24 Agustus lalu, ISIS dilaporkan menjarah beberapa sistem rudal anti-pesawat SA-16 buatan Rusia dari pangkalan udara Taqaba di timur Suriah timur. Senjata ini ampuh untuk menyerang helikopter dan jet tempur yang terbang rendah. (kps/tempo.co/f)