Malaysia Airlines Segera PHK 6.000 Karyawan

- Sabtu, 30 Agustus 2014 10:57 WIB
Kuala Lumpur (SIB)- Manajemen Malaysia Airlines akan memangkas jumlah staf, mengurangi rute, mengganti CEO dan di masa depan kemungkinan menjual sahamnya ke investor asing. Semua rencana ini diumumkan pada Jumat (29/8), sebagai upaya untuk menyelamatkan maskapai itu dari kebangkrutan setelah mengalami dua tragedi besar secara beruntun.Badan investasi negara, Khazanah Nasional, yang kini mengambil alih maskapai yang tengah "sakit" itu, mengatakan berencana untuk menyuntikkan dana 1,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 22 triliun dengan harapan maskapai ini bisa kembali meraup keuntungan dalam tiga tahun.Direktur Pelaksana Khazanah Nasional Azman Mokhtar mengatakan meski dihantam dua tragedi yang menimpa MH370 dan MH17, belum ada rencana untuk mengubah nama maskapai ini. Rencana restrukturisasi itu akan mengakibatkan 6.000 orang dari 20.000 karyawan maskapai itu kehilangan pekerjaan. Pemangkasan ini diperlukan agar Malaysia Airlines memiliki "jumlah staf yang tepat". Dua tragedi yang menimpa maskapai dan masalah keuangan “menciptakan badai sempurna untuk dilakukanya restrukrisasi, ujar Mokhtar seraya menambahkan mereka perlu awal yang baru.Mokhtar menambahkan Malaysia Airlines juga akan memangkas sejumlah rute penerbangannya, terutama rute-rute yang tidak menguntungkan. Nantinya, Malaysia Airlines akan menjadi sebuah maskapai dengan fokus regional. Khazanah juga akan menunjuk CEO baru pada akhir 2014. Meski demikian, CEO saat ini Ahmad Jauhari Yahya akan tetap menjabat hingga Juli 2015 untuk memastikan transisi yang mulus.Malaysia Airlines juga akan menarik diri dari bursa saham Malaysia untuk selanjutnya diambil alih secara penuh oleh pemerintah. Pada Kamis (29/8), Malaysia Airlines membukukuan kerugian kwartalan untuk keenam kali berturut-turut untuk April-Juni. Sejumlah kalangan memperkirakan keuangan Malaysia Airlines akan tetap buruk hingga akhir tahun ini. Khazanah, yang awalnya menyuntikkan dana 7 miliar ringgit, mengatakan tengah mempertimbangkan semua atau sebagian saham kepemilikannya kepada “pembeli strategis dari swasta” setelah kembali terdaftar di bursa saham. Namun langkah Malaysia Airlines memangkas jumlah karyawannya dikritik para pengamat. “Ini seperti menceritakan dogeng kepada bayi,” ungkap pengamat dari Maybank, Mohshin Aziz. Seperti diketahui, dalam setahun Malaysia Airlines telah mengalami insiden yang menjadi sorotan dunia. Pada 8 Maret 2014 pesawat dengan nomor penerbangan MH370 dilaporkan hilang secara misterius. Insiden ini terjadi, setelah pesawat yang memiliki tujuan ke Beijing lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KL). Pesawat tersebut diduga jatuh di wilayah Samudera Hindia. Namun, sampai saat ini pesawat tersebut belum ditemukan puingnya.Selain itu, pada Juli 2014 Malaysia Airlines kembali diterjang musibah. Pasalnya pesawat dengan nomor penerbangan MH17 dilaporkan jatuh di wilayah Ukraina. Pesawat tersebut jatuh akibat serangan rudal milik kelompok separatis pro- Rusia. Akibat serangan ini, seluruh penumpang dan kru pesawat dipastikan tewas. Saat ini tim forensik mengumumkan pihaknya baru saja berhasil mengidentifikasi 173 orang dari 298. (AP/R15/f)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Ringgit Menguat, Malaysia Rancang MOP KLIA Sepang Jadi Pusat Shoping Barang Branded Untuk WNI

Luar Negeri

Perkuat Hubungan Serumpun, Pemko Medan dan DPUM Malaysia Jajaki Peluang Investasi

Luar Negeri

BPS: Nilai Impor Sumut Turun 5,23 Persen

Luar Negeri

SP3 Terbit, Eggi Sudjana Bertolak ke Malaysia Jalani Pengobatan

Luar Negeri

Warga Sumut Penuhi Malaysia Pasca Tahun Baru 2026, Hiasan Natal dan Imlek di Mana-mana

Luar Negeri

Konjen Malaysia di Medan Serahkan Bantuan Lanjutan kepada Warga Terdampak Banjir Sumatera