Siaga Hadapi China, AS Siapkan Kapal Perang Mematikan

Redaksi - Jumat, 18 September 2020 17:00 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/09/_9034_Siaga-Hadapi-China--AS-Siapkan-Kapal-Perang-Mematikan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
AFP/ANNE-CHRISTINE POUJOULAT
Ilustrasi kapal perang AS. 

Washington, DC (SIB)

Amerika Serikat mengumumkan rencana ambisius untuk memperluas Angkatan Laut dengan sejumlah armada tempur untuk menghadapi China. Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan pihaknya akan menambah kapal tidak berawak, kapal selam hingga pesawat. Dengan rencana itu, armada laut AS akan ditingkatkan menjadi lebih dari 355 kapal, dari 293 kapal yang ada saat ini.

AS berharap militer mereka mampu memertahankan keunggulan atas pasukan angkatan laut China, yang dipandang sebagai ancaman utama. "Armada masa depan akan lebih seimbang dalam kemampuan memberi efek mematikan dari udara, laut, dan bawah laut," kata Esper dalam pidato di Rand Corp, California, Rabu (16/9) seperti dikutip dari AFP. Dia mengatakan armada laut akan diperbanyak namun ukurannya lebih kecil.

Beberapa yang akan ditambah yakni kapal selam, kapal permukaan dan di bawah permukaan berawak opsional. Kemudian kapal tidak berawak dan otonom serta berbagai macam pesawat berbasis kapal induk tidak berawak.

Armada kapal akan dirancang lebih mampu bertahan dari konflik intensitas tinggi, dan melakukan serangan presisi pada jarak yang sangat jauh. Dia mencontohkan kapal fregat baru berpeluru kendali dengan kemampuan serangan mematikan dan bertahan.

Saat ini drone trimaran sepanjang 40 meter sedang diuji coba di Sea Hunter. Kapal tidak berawak itu dapat mendeteksi kapal selam musuh selama lebih dari dua bulan nonstop. "Ini merupakan langkah selanjutnya dalam mewujudkan armada masa depan, di mana sistem tak berawak melakukan berbagai fungsi perang, mulai dari melepas tembakan mematikan dan meletakkan ranjau, hingga mengawasi musuh. "Ini akan menjadi perubahan besar dalam cara kami melakukan perang laut di tahun-tahun dan dekade mendatang."

Esper menegaskan kembali bahwa China adalah ancaman keamanan utama dan kawasan Indo-Pasifik menjadi prioritas militer AS. "Kawasan ini tidak hanya penting karena menjadi hub perdagangan dan perdagangan global, tetapi juga episentrum persaingan kekuatan besar dengan China," ujarnya.

Laporan Pentagon mengungkap bahwa Beijing memiliki armada angkatan laut terbesar di dunia dengan 350 kapal dan kapal selam. Namun, Esper menekankan, angkatan laut China tertinggal dalam hal kekuatan dan kapabilitas. "Bahkan jika kami berhenti membangun kapal baru, China akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyamai kemampuan kami di laut lepas." (AFP/CNNI/c)


Tag:
AS

Berita Terkait

Luar Negeri

Pemkab Tapteng Siapkan Bahan Pangan Posko Pengungsi GOR Pandan

Luar Negeri

Longsor Putus Jalur Medan-Sibolga via Rampah, Warga Sitahuis Dievakuasi ke Sekolah

Luar Negeri

Banjir Landa Enam Kecamatan di Tapteng, Jembatan Lopian Bergeser Dihantam Kayu

Luar Negeri

RUPS-LB PT Sari Mutiara Tidak Terlaksana, Pemegang Saham 37,2 Persen Sampaikan Keberatan

Luar Negeri

17 Lapak Pasar Delimas Disegel, Pemkab Deliserdang Tegaskan HGB Sudah Berakhir

Luar Negeri

Hujan Deras Rendam Tukka, BPBD Tapteng Evakuasi Warga