Penelitian Israel: Vaksin Pfizer 94 Persen Efektif Cegah Covid-19

Redaksi - Selasa, 16 Februari 2021 11:18 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir022021/_8260_Penelitian-Israel--Vaksin-Pfizer-94-Persen-Efektif-Cegah-Covid-19.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto: AP/Oded Balilty
Ilustrasi

Yerusalem (SIB)

Penyedia layanan kesehatan terbesar Israel, Clalit, menemukan bahwa vaksin Pfizer/BioNtech efektif memberikan perlindungan hingga 94 persen terhadap virus Corona atau Covid-19. Hasil penelitian ini ditunjukkan dari lebih dari setengah juta warga Israel yang telah menerima dua dosis vaksin Corona itu.

Seperti dilansir AFP, Layanan Kesehatan Clalit mengatakan para peneliti menguji 600.000 orang yang telah menerima dosis kedua vaksin Pfizer/BioNTech buatan AS-Jerman. Penelitian kemudian membandingkan dengan 600.000 orang yang tidak diinokulasi.

"Ada penurunan 94 persen dalam tingkat infeksi gejala dan 92 persen penurunan tingkat penyakit serius dibandingkan dengan 600.000 (subjek) serupa yang tidak divaksinasi," kata Clalit dalam sebuah pernyataan.

"Kemanjuran vaksin terjadi di semua kelompok usia, termasuk mereka yang berusia 70 tahun ke atas," tambahnya.

Sebanyak 3,8 juta orang di Israel sudah menerima dosis pertama vaksin, sedangkan 2,4 juta orang lainnya bahkan sudah menerima dosis vaksin tahap dua.

Negara berpenduduk sembilan juta orang itu, yang kini melonggarkan pembatasan selama lockdown nasional ketiga, menargetkan akan memvaksinasi semua orang yang berusia di atas 16 tahun pada akhir Maret mendatang.

"Publikasi hasil awal pada tahap ini dimaksudkan untuk meyakinkan populasi yang belum divaksinasi bahwa vaksin sangat efektif dan mencegah morbiditas yang serius," kata Clalit, Minggu (14/2).

Ke depannya, penelitian akan terus dilakukan pada mereka yang sudah menerima vaksinasi tahap dua.

"Dengan penambahan setiap minggu, kami dapat membuat penilaian lebih akurat," imbuh Clalit.

Disebutkan Clalit bahwa akurasi akan meningkat karena subjek diuji setelah 14 hari atau lebih setelah menerima dosis kedua.

Israel sejauh ini hanya mengandalkan vaksin Pfizer/BioNTech, meskipun memiliki sedikit stok vaksin Moderna. Negara itu mendapatkan banyak pasokan vaksin dari Pfizer setelah mencapai kesepakatan berbagi data dengan produsen AS tersebut.

Perjanjian tersebut menetapkan bahwa negara Yahudi, yang memiliki salah satu sistem data medis tercanggih di dunia itu, akan berbagi informasi dengan Pfizer tentang dampak vaksin, termasuk tentang kemajuan herd immunity.

Clalit adalah penyedia layanan kesehatan terbesar dari empat lainnya yang ada di Israel. Clalit menyediakan perawatan kesehatan untuk seluruh penduduk Israel dan bertanggung jawab langsung atas vaksinasi dan mengumpulkan data tentang dampak vaksinasi. (detikcom/f)

Sumber
: Hariansib edisi cetak

Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

20 Tahun Kliniix Slimm, Perjalanan Panjang Ketekunan dan Inovasi Tanpa Henti

Luar Negeri

Fraksi Golkar DPRD SU Dorong Pemprovsu Terapkan Kebijakan Fiskal Daerah Berpihak ke Rakyat

Luar Negeri

Tak Semua Harus Lapor SPT, Ini 4 Wajib Pajak yang Dapat Pengecualian

Luar Negeri

Ditjen Pajak: Tak Semua Wajib Lapor SPT, Kriteria Segera Diumumkan

Luar Negeri

Pj Gubernur Sumut Kukuhkan Tyas Fatoni Jadi Bunda Literasi

Luar Negeri

Kakanwil Kemenag Sumut Ingin Wujudkan Tata Kelola Efektif dan Efisien